BI Pertahankan BI Rate di Level 6,75%

24

JAKARTA-Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk tetap menjaga suku bunga acuan atau BI rate pada level 6,75 persen. Pada RDG Mei ini, BI juga mempertahankan lending facility dan deposit facility masing-masing sebesar 7,25 persen dan 4,75 persen yang berlaku efektif sejak besok hari.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengungkapkan, term strukture BI tidak mengalami perubahan karena BI mempertahankan BI 7 Days Reverse Repurchase Agreement (Repo) rate tetap berada pada level 5,5 persen. “BI memandang stabilitas makroekonomi masih terjaga dilihat dari inflasi yang terkendali di level empat plus minus satu persen, Current Account Deficit (CAD) yang membaik, dan nilai tukar rupiah yang stabil,” kata Agus, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (19/5).

Dengan keputusan ini maka term structure BI tetap, yaitu tenor tujuh hari sebesar 5,50 persen; tenor dua minggu sebesar 5,60 persen; tenor satu bulan sebesar 5,80 persen; tenor tiga bulan sebesar 6,20 persen; tenor enam bulan sebesar 6,45 persen; tenor sembilan bulan sebesar 6,60 persen; dan tenor 12 bulan sebesar 6,75 persen.

Agus menjelaskan stabilitas makroekonomi masih terjaga, tercermin dari inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran 4% + 1%, defisit transaksi berjalan yang membaik, dan nilai tukar yang relatif stabil.

Transmisi kebijakan moneter dengan suku bunga berjalan baik, demikian dengan reformulasi suku bunga acuan. Ruang yang selama ini terbuka akan dapat dimanfaatkan lebih awal jika stabilitas makroekonomi tetap terjaga.

Lebih lanjut, Agus menambahkan, saat ini transmisi kebinakan moneter yang diambil oleh BI berjalan dengan baik. Bahkan, hal ini akan lebih baik dimanfaatkan seiring dengan stabilitas makroekonomi.

“Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan semakin baik, demikian pula persiapan implementasi reformulasi suku bunga acuan. Ruang pelonggaran moneter yang selama ini terbuka akan bisa dimanfaatkan lebih awal apabila stabilitas makroekonomi tetap terjaga,” ujarnya.
Selain itu, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam pengendalian inflasi. Koordinasi BI-pemerintah juga guna penguatan stimulus pertumbuhan, dan percepatan reformasi struktural, dengan memperhatian level inflasi.