BI rate Turun Tak Perlu Cemas Capital Flight

26

JAKARTA-Kalangan DPR dapat memahami penurunan BI rate menjadi 6,5% yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). Langkah tersebut sebagai antisipasi terhadap dinamisnya ekonomi global. “Ya tentu respon dari langkah The Federal Reserve (Bank Sentral AS) yang tak menaikkan suku bunga. Tentu kita pahami hal itu. Sehingga tak perlu dicemaskan adanya capital flight,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR Achmad Hafiz Tohir kepada wartawan di Jakarta, Minggu (19/6/2016).

Penurunan BI rate juga dipengaruhi oleh perkiraaan pertumbuhan ekonomi global yang turun. Hal ini sudah diperkirakan pula oleh World Bank yang mana pertumbuhan ekonomi dunia hanya sekitar 2,4%.”Dengan situasi seperti ini tentu sejumlah langkah antisipasi perlu dilakukan, termasuk bagaimana menyelesaikan RUU Tax Amnesty,” tambahnya.

Diakui Hafiz, Tax Amnesty ini akan memiliki dampak kemana mana termasuk memperbaiki rasio utang pemerintah. “Ini kalau betul repratriasi aset masuk ke dalam negeri dua sampai tiga tahun maka ekonomi Indonesia akan membaik dan rasio utang juga ikut menurun,” jelasnya lagi.

Artinya, sambungnya, hasil tax amnesty akan menopang pertumbuhan ekonomi nasional. ***