BI Siap Pasok Valas

31

JAKARTA-Bank  Indonesia (BI) mengaku siap masuk ke pasar valuta asing domestic, kendati langkag ini berdampak pada penurunan cadangan devisa (cadev). Intervensi BI di pasar valas untuk  memenuhi kebutuhan likuiditas yang terus meningkat. “Kondisi pasar valas kita cenderung mengalami peningkatan permintaan valas. Ini sejalan dengan nilai pertumbuhan ekonomi kita. Oleh karena itu kita juga terus memantau, sepanjang suplainya kurang. Kalau kita bisa memenuhi, kami akan mencoba meningkatkan likuiditas yang ada di pasar,” papar Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah di Kompleks Perkantoran BI Jakarta, Jumat (8/3).

Menurut Halim, penurunan cadev lebih dipengaruhi kebijakan BI dalam mengintervensi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Pada 28 Februari 2013, cadev di BI tercatat sebesar 105,2 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau lebih rendah dari sebulan sebelumnya yang masih di angka 108,8 miliar dollar AS. Angka cadev  di Februari 2013 berkurang 3,58 miliar dollar AS atau setara dengan 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.  ” Posisi Desember 2012,  cadev berada di posisi 112,78 miliar dollar AS atau setara dengan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Tetapi intervensi yang dilakukan BI membuat cadev kita sedikit berkurang,,” ujar dia.
Halim mengatakan, intervensi BI dalam menjaga stabilitas rupiah dinilai berhasil, mengingat beberapa waktu terakhir pasar sudah cenderung merasa nyaman. “Capital inflow sudah mulai masuk ke Indonesia, bahkan kalau pada tahun lalu yang jangka pendek, masuk sekitar USD6 miliar. Sampai dengan akhir Februari 2013, inflows-nya sudah sekitar 2,3 miliar dollar AS. Ini menunjukan pasar valas sudah mulai yakin dan terkendali,” papar dia

Namun demikian, jelas Halim, Bank Sentral akan terus memperbaiki sejumlah kebijakan yang akan menjaga stabilitas rupiah, menekan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Kalau kebijakan kami dengan pasar valas, juga akan kami lanjutkan dengan beberapa perbaikan-perbaikan. Selama ini kebijakan kami untuk mengakumulasi cadangan untuk digunakan di saat diperlukan,”  imbuh dia.