Bioteknologi Solusi Masalah Sektor Pertanian

304
kfk.kompas.com

JAKARTA-Perubahan iklim menjadi tantangan berat kalangan petani. Namun begitu, solusinya bisa melalui penerapan bioteknologi atau rekayasa genetika guna mengatasi berbagai persoalan yang muncul pada usaha pertanian saat ini. “Teknologi biotek merupakan salah satu inovasi yang mempunyai kemampuan untuk mengatasi perubahan iklim,” kata Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir disela-sela Seminar Bioteknologi Pertanian dan Tantangan Peningkatan Produksi Pangan yang digelar KTNA bersama Masyarakat Bioteknologi Pertanian Indonesia (Masbiopi) di Kementerian Pertanian, Senin, (2/9).

Menurut Winarto, KTNA berharap bioteknologi atau rekayasa genetika dapat segera diterapkan di Indonesia. Sehingga usaha di sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai kendala salah satunya perubahan iklim yang tidak menentu sehingga berdampak pada terjadinya kekeringan, banjir maupun serangan hama penyakit. “Untuk itu, lanjutnya, mutlak diperlukan teknologi guna mengatasi persoalan tersebut,” ucapnya

Diakui Winarno, saat ini sudah banyak hasil temuan perguruan tinggi dan instansi pemerintah di bidang bioteknologi, namun tinggal menunggu finalisasi perizinan dari pemerintah. “Petani sudah sangat berharap bioteknologi bisa diterapkan di Indonesia,” tegasnya

Lebih jauh kata Winarno, teknologi biotek bisa dirakit sesuai kebutuhan petani, misalnya, untuk menghasilkan varietas tanaman pangan tahan kering, tahan banjir, hama penyakit, mampu dikembangkan di lahan asam, lahan gambut, maupun lahan pasang surut. Selain itul tambahnya, juga bisa dirakit kandungan nutrisinya lebih baik, umur pendek, mengurangi pupuk kimia dan pestisida. **can