BKPM : Investasi Bisnis Digital Cukup Kencang

16

TANGERANG-Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan arus investasi bidang ekonomi digital ke Indonesia cukup kuat, meski perekonomian global tengah melambat beberapa waktu terakhir.

Kondisi yang baik itu juga terlihat dari data pertumbuhan omzet startup digital di Indonesia yang tidak mengalami keterlambatan. “Khusus arus modal di ekonomi digital ke Indonesia masih kencang, kami tidak melihat trennya menurun atau melemah,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong di sela Regional Investment Forum (RIF) 2029 di Tangerang Selatan, Banten, Senin, (11/3/2019).

Menurut Tom-sapaan akrabnya, arus modal ke sektor tersebut sama sekali tidak mengalami tren penurunan atau pelemahan di tengah pertumbuhan ekonomi global yang meredup.
“Ini dibandingkan dengan tren pertumbuhan ekonomi global, yang semua kawasan mulai dari Eropa, Tiongkok, dan AS, semua menurunkan target pertumbuhan ekonominya,” ujarnya.

Dengan kondisi demikian, ia menganggap investasi di sektor digital bisa menjadi andalan untuk menyelamatkan investasi internasional (foreign direct investment/FDI). “Arus modal dari digital dan startup jadi andalan kita untuk menyelamatkan investasi internasional di samping smelter atau logam,” tambahnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara memperkirakan transaksi ekonomi digital Indonesia mencapai 130 miliar dolar AS pada 2020. “(Nilainya) sama dengan 12 persen lebih dari produk domestik bruto (PDB) kita,” katanya.

Berdasarkan riset Google dan Temasek, pasar ekonomi digital di Indonesia mencapai 27 miliar dolar AS dan berpotensi meningkat menjadi 100 miliar dolar AS pada 2025. Dari aliran investasi asing per tahun di level 20-25 miliar dolar AS, diperkirakan 10 persennya disumbang dari sektor ekonomi digital.***