“Blusukan” ke Jepara, Mendag Ajak Pemda Kolaborasi Perbaiki Pasar

17
Mendag, Enggartiasto Lukita

JEPARA-Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan peran pemerintah daerah (Pemda) dalam membenahi dan merevitalisasi pasar rakyat sangat penting. Karena itu, Enggar mengajak Pemerintah Daerah untuk berkolaborasi memperkuat tempat transaksi ekonomi rakyat tersebut.

Saat memantau Pasar Pecangaan dan Pasar Bangsri di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Mendag mengajak Pemda untuk memperbaiki dua pasar yang saat ini dalam kondisi rusak. “Dua pasar rakyat ini merupakan penggerak ekonomi masyarakat. Tidak boleh dibiarkan rusak seperti ini. Kita harus membenahi pasar ini agar dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelas Mendag, Minggu (23/10).

Menurutnya, pasar rakyat harus terlihat rapi dan bersih agar konsumen nyaman belanja dan melakukan transaksi. Jika ada pasar rakyat yang rusak, harus segera diperbaiki. Tidak boleh dibiarkan berlama-lama. “Mayoritas pasar rakyat mulai ditinggalkan konsumen karena kondisinya yang dinilai tak layak. Untuk itu, perlu segera dibenahi,” imbuh Mendag.

Mendag serius membenahi pasar rakyat sebagai implementasi amanat Presiden. Pasar merupakan tempat yang sangat peting untuk memenuhi hajat hidup orang banyak, jutaan masyarakat Indonesi. Keberadaannya harus mendapat perhatian penuh pemerintah, pusat maupun daerah.

Pasar Pecangaan merupakan pasar rakyat yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Jepara dan dibangun dengan dana APBD Kabupten Jepara. Pasar yang beromzet Rp16,8 miliar per bulan ini berada di wilayah Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara dan berjarak sekitar 15 km dari pusat kota Jepara. Dengan jumlah penduduk di Kecamatan Pecangaan sekitar 83 ribu jiwa, diharapkan pasar ini mampu menggerakkan roda perekonomian bagi masyarakat sekitar.

Sedangkan Pasar Bangsri berada di Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, yang berjarak sekitar 18 km dari pusat kota. Omzet pasar yang melayani penduduk kecamatan sekitar 101 ribu jiwa ini mencapai sekitar Rp8,5 miliar per bulan.

Selain memantau kondisi Pasar Pecangaan dan Pasar Bangsri, Mendag juga mengecek harga sejumlah bahan pokok dan pasokan di kedua pasar tersebut. Hasilnya, harga bahan pokok terkendali dan pasokan cukup. Bahkan beberapa harga bahan pokok sudah mulai turun. “Harga bahan pokok saat ini terkendali, bahkan sudah mulai turun. Hal ini cukup menggembirakan,” ujar Mendag.

Dari hasil pemantauan di Pasar Pecangaan, tercatat harga cabai merah keriting mencapai Rp45.000,-/kg; cabai rawit Rp45.000,-/kg, beras Rp7.750,-/kg; bawang merah Rp30.000,-/kg; bawang putih Rp35.000,-/kg; dan gula Rp12.500,-/kg.

Sementara itu di Pasar Bangsri, harga cabai merah keriting Rp40.000,-/kg, cabai rawit Rp47.500,/kg; beras Rp7.750,-/kg; bawang merah Rp30.000,-/kg; bawang putih Rp37.000,-/kg; gula Rp12.000,-/kg; serta daging sapi beku NTT Rp80.000,-/kg dan daging sapi segar Rp100.000,-/kg.

Mendag juga mengimbau para pedagang agar tidak melakukan spekulasi. “Saya meminta pedagang untuk tidak berspekulasi dengan menahan atau menimbun stok agar pasokan lancar dan harga stabil,” pungkas Mendag.