BNI Gandeng Go-Pay, Tekan Kredit Bermasalah UMKM

36
kompas.com

JAKARTA-Kucuran kredit UMKM terus digenjot oleh Bank plat merah. Karena itu, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk menggandeng Go-Pay untuk mendongkrak kredit sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sekaligus memitigasi kredit bermasalah. “Dengan proses ini, maka bisa lebih efisien dan efektif, penyaluran KUR dapat lebih cepat,” kata Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto di Jakarta, Selasa, (13/3/2018).

Lebih jauh Catur menambahkan dengan memanfaatkan data transaksi calon debitur di Go-Pay, perseroan akan menentukan untuk pelaku UMKM yang layak mendapatkan kredit. “Pada tahap awal, KUR hanya dapat dicairkan sebagai Kredit Modal Kerja (KMK) dengan metode repayment angsuran,” ujarnya.

Rekam jejak transaksi di Go-Pay juga dapat menjadi salah satu penentu untuk mempercepat pencairan kredit, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ada dalam UMKM. “Pembayaran angsuran dipungut per hari dari pendapatan debitur agar terasa lebih ringan,” ungkapnya.

Catur mengatakan kerja sama strategis ini sejalan dengan komitmen BNI untuk menyalurkan KUR sesuai dengan ketentuan pemerintah. Catur berharap kemitraan ini bisa mendukung pemerintah untuk mencapai target realisasi penyaluran KUR ke sektor produksi yang minimal harus mencapai 50 persen dari target KUR yang diberikan oleh pemerintah kepada BNI sebesar Rp13,5 triliun.

Mekanisme kerja sama ini, BNI akan menganalisis para pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi mitra Go-Food untuk mengakses KUR.

Chief Executive Officer Go-Pay, Aldi Haryopratomo, mengatakan Go-Pay melihat terdapat tantangan dalam penyaluran KUR, baik dari sisi perbankan maupun dari pengusaha UMKM. “Bila kita melihat lebih dalam, akar pemasalahannya adalahnya sejarah transaksi UMKM yang belum tercatat dengan baik. Di sini, Go-Pay berusaha menawarkan solusi. Dengan memanfaatkan data transaksi Go-Pay,” kata dia.

Perbankan, kata Aldi, bisa lebih mudah menilai kelayakan UMKM untuk menerima kredit. Sedangkan di sisi UMKM, mereka lebih mudah dalam mengakses kredit.

Aldi melanjutkan, tahap pertama program ini menyasar pengusaha atau penjual makanan di Go-Food yang ada di empat kota yaitu Semarang, Solo, Yogyakarta dan Malang. Para pengusaha tersebut akan mendapatkan penawaran untuk mengakses KUR mikro dari BNI, dengan plafon kredit maksimal Rp25 juta. “Kami berharap tahap pertama program ini bisa berjalan dengan baik dan bisa membantu para merchant Go-Food untuk mengembangkan usahanya ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Aldi. ***