BNN Ungkap Kasus TPPU Narkoba Senilai Rp 142 Miliar

BNN Ungkap Kasus TPPU Narkoba Senilai Rp 142 Miliar

0
BERBAGI
Kepala BNN, Komjen Budi Waseso

JAKARTA-Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang berasal dari kejahatan narkotika, dengan nilai aset sebesar Rp142.058.158.337,00. “Adapun barang bukti yang berhasil disita adalah: sabu sebanyak 2,8 ton, ekstasi 707.864 butir, ganja 4,1 ton, dan lahan ganja seluas 69 hektar,” ujar Kepala BNN, Komjen Budi Waseso di Jakarta, Minggu (25/6).

Buwa mengungkapkan pencapaian pihaknya dalam upaya penanggulangan Narkoba baik dalam bidang pengurangan permintaan (demand) dan pengurangan pasokan (supply).

Dalam hal pengurangan demand melalui pencegahan, BNN telah melakukan upaya peningkatan ekstensifikasi dan intensifikasi komunikasi, informasi dan edukasi penyalahgunaan Narkoba ke seluruh Indonesia. Dalam hal ini, BNN menggunakan sarana media massa dan sosialisasi langsung. “Dalam bidang pemberdayaan masyarakat, BNN juga telah membentuk satgas anti Narkoba di seluruh daerah di Indonesia dengan total 19.854 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, swasta, instansi pemerintah dan masyarakat,” kata Buwas.

Menurut dia, langkah masif ini merupakan sebuah strategi jitu dalam menciptakan “people power” melawan jaringan Narkoba. Selain itu untuk mendeteksi dini penyalahgunaan Narkoba di lingkungan pendidikan dan lingkungan kerja, BNN juga telah melakukan tes urine terhadap 186.533 orang.”Di mana teridentifikasi positif sebanyak 1.176 orang atau 0,63%,” ujar Buwas.

Sedangkan dalam konteks pengurangan supply melalui pemberantasan, dalam kurun waktu 2015 sampai dengan Juni 2016, telah terungkap sebanyak 1.015 kasus dari 72 jaringan sindikat Narkoba. “Baik yang ditangani oleh BNN maupun BNN Provinsi, dengan tersangka sejumlah 1.681 orang,” terangnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan peredaran dan konsumsi Narkotika serta obat-obatan terlarang di kalangan masyarakat Indonesia memberikan kerugian ekonomi yang cukup besar. Dari sisi ekonomi, pada tahun 2015, narkoba telah menimbulkan kerugian sampai dengan Rp 63 triliun.

Presiden Joko Widodo mengatakan total dana itu yang digunakan pengguna dan pengecer untuk membeli narkoba, serta membiayai pengobatan dan rehabilitasi bagi pengguna Narkoba. “Selain itu, kerugian terjadi akibat pencurian barang untuk beli narkoba,  kerugian akibat biaya rehabilitasi dan biaya-biaya yang lainnya,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2016, di Pinangsia Taman Sari, Jakarta, Minggu (26/6)

Selain kerugian material, Jokowi mengatakan, peredaran narkoba juga telah merusak kehidupan masyarakat. Berdasarkan data yangdimilikinya, pada tahun 2015 angka kejadian pengguna narkoba mencapai 5,1 juta jiwa. “Dan paling menyedihkan, 40 sampai 50 generasi mudah kita tiap hari mati akibat narkoba,” katanya.