BNPT Harus Menggencarkan Pencegahan Kekerasan Ekstremis

29
Ketua Setara Institute, Hendardi

JAKARTA-Ketua Setara Institute, Hendardi mengatakan penyerangan terhadap Kapolsek Tangerang, Kompol Effendi bersama dua anggota polisi lainnya membuktikan ancaman nyata kekerasan dan teror yang terjadi di ruang publik yang dapat menyasar siapapun.

Menurutnya, identifikasi dugaan bahwa pelaku berafiliasi atau simpatisan Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) juga membuktikan bahwa radikalisme telah menyebar luas termasuk pada mereka yang masih sangat muda sekalipun, seperti SA (21) tahun.

Tetapi apapun motivasinya ujar Hendardi, kekerasan terhadap aparat keamanan dan penegak hukum tidak pernah dapat dibenarkan. “Saya sangat prihatin dengan kejadian ini. Saya mendorong Polri untuk meningkatkan kewaspadaan berkelanjutan, tidak hanya sesekali atau sesaat setelah serangan terjadi,” jelasnya.

Sebab kebiasaan selama ini, kewaspadaan itu menguat pascaperistiwa saja, setelah itu kemudian lengah. “Jika benar pelaku terafiliasi dengan Negara Islam Iraq dan Suriah maka Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) perlu terus menggencarkan dan memperluas jangkauan promosi pencegahan kekerasan ekstremis,” terangnya.

Dia menegaskan, proses deradikalisasi terhadap terpidana teroris adalah bagian tersendiri. “Justru yang jauh lebih penting adalah memastikan ruang publik tidak dikuasai oleh kelompok pengusung intoleransi, radikalisme dan kekerasan ekstremis,” pungkasnya.