BPS : Inflasi Oktober Hanya 0,14%

BPS : Inflasi Oktober Hanya 0,14%

0
BERBAGI

JAKARTA-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap tekanan inflasi pada Oktober 2016 hanya 0,14%. Laju inflasi sejak Januari-Oktober 2016 hanya sekitar 2,11%. “Inflasi Oktober 0,14%. Ada 48 kota inflasi dan 34 kota deflasi,” kata Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto di Jakarta, Selasa (1/11/2016).

Berdasarkan kajian BPS, secara tahunan (year on year) terjadi inflasi 3,31% di Oktober. Dari 82 kota, inflasi tertinggi terjadi di Sibolga 1,32%. Sementara inflasi terendah terjadi di Depok sebesar 0,01%. Daerah yang mengalami deflasi tertinggi adalah Sorong sebesar 1,1%.

Secara umum, kata Kecuk, inflasi disebabkan kelompok ketiga, yaitu perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar.
“Ini tidak biasa karena penyumbang inflasi ada administer price atau harga yang diatur oleh pemerintah,” tambahnya.

Adapun rincian pembentuk Indeks Harga Konsume (IHK) Oktober 2016, antara lain, bahan makanan (deflasi) 0,21%
Secara umum komoditas bahan makanan mengalami penurunan harga seperti yang terjadi bawang merah, daging ayam ras, ikan segar, telur, dan lain-lain

Meskipun bahan makanan deflasi perlu mendapat perhatian adalah cabai merah yang harganya merangkak naik. Makanan jadi minuman rokok dan tembakau inflasi 0,24%
Penyumbang terbesar di kelompok ini adalah rokok.

Perumahan air listrik gas dan bahan bakar 0,56%
Ini dikarenakan kenaikan tarif listrik 0,06% prabayar dan pasca bayar, upah tukang, serta bahan bakar rumah tangga, yaitu elpiji 3 kg. Sementara sandang deflasi 0,31%, kesehatan inflasi 0,29%, pendidikan rekreasi dan olahraga inflasi 0,10% dan transportasi Komunikasi dan Jasa Keuangan deflasi 0,03%. ***