BRI “Hidupi” Tujuh BUMN

75
kompas.com
Ujicoba mini ATM yang baru diresmikan oleh Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur I, Surabaya, Jumat (23/10). Pembayaran pajak melalui Mini ATM adalah salah satu program inisiatif stretegis Ditjen Pajak untuk meningkatkan kemudahan dan memperbanyak akses pembayaran pajak. Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH) 23-10-2015

YOGYAKARTA-PT.Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggandeng tujuh Badan Usaha Milik Negara dalam bidang pengadaan barang dan jasa perusahaan itu. Kerja sama ini diharapkan akan menghubungkan kebutuhan antar BUMN, serta membuka potensi bisnis baru dari sektor-sektor yang belum tergali selama ini.
“BRI siap memberikan dukungan guna meningkatkan peran serta BUMN baik untuk kepentingan BRI atau kepentingan lain yang akan kita gali bersama,” kata Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Suprajarto usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BRI dengan jajaran direksi dari tujuh BUMN di Yogyakarta, Jumat, (19/5/2017).

Dalam MoU itu, hadir Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Dian Rachmawan, Direktur Bidang Surat dan Paket PT POS Indonesia Agus F. Handono, Direktur Operasional 2 PT LEN Industri Adi Sufiadi Yusuf, Direktur Utama PT Balai Pustaka Saiful Bahri, Direktur Bisnis PT INTI Indonesia Adiaris, Direktur Utama PT Pimissima Umansyah dan Direktur Utama Perum Percetakan Negara Djakfarudin Junus.

Menurut Suprajarto, MoU itu bertujuan meningkatkan kerjasama yang efisien, efektif, kompetitif, transparan, adil, dan wajar, serta akuntabel antar BUMN. “Bentuk nyata kerja sama ini nantinya adalah penyediaan barang dan jasa untuk Bank BRI yang dapat dipasok atau disediakan oleh BUMN lain,” tambahnya.

Direktur PT Balai Pustaka Saiful Bahri mengatakan kerjasama antara BRI dan perusahannya sejatinya telah terjalin sejak lama, khususnya untuk membantu kebutuhan pencetakan buku-buku yang dibutuhkan BRI, seperti buku laporan tahunan, serta buku sarana promosi BRI. “Jadi MoU ini sebetulnya hanya untuk lebih mengikatkan kerja sama kami saja. Keinginan Balai Pustaka memang ingin masuk sebagai pendukung proses bisnis BRI,” katanya.

Menurut Saiful, PT Balai Pustaka selama ini juga masih mendukung BRI dalam program pendirian taman baca untuk masyarakat di 122 daerah terpencil, tertinggal, dan . “Kerja sama pendirian taman baca efektif berjalan sejak April 2017. Kami targetkan selesai Desember 2017 tepat saat ulang tahun BRI ke-122,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama Percetakan Negara (PNRI) Djakfarudin Junus mengatakan selama ini telah membantu BRI mencetak 10 juta kartu bantuan sosial yang  dilakukan berasama dengan sejumlah BUMN di bidang percetakan lainnya.

Kerja sama dengan BRI juga akan terus diperluas ke sektor lainnya termasuk mencetak slip-slip perbankan. “Sinergi antar-BUMN ini sangat penting sekali, karena BUMN-BUMN yang besar bisa membantu BUMN yang kecil untuk bersama mewujudkan bisnis yang sehat,” kata Djakfarudin. **