Buka 70 Cabang, Bank Nobu Butuh Dana Rp 1 T

279

JAKARTA-PT Bank Nationalnobu (Bank Nobu) membutuhkan dana senilai Rp1 triliun untuk dapat membuka 70 cabang bank di tahun 2013 ini. Dana tersebut akan dipergunakan untuk membuka cabang-cabang bank ¬†yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi dengan fokus menyasar usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). “Rencana kami sebaran 70 kantor yang akan diwujudkan tahun ini, akan fokus di luar Pulau Jawa. Tentunya ini komitmen jangka panjang. Kami mempunyai misi mengembangkan UMKM di luar Jawa, seperti di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Bahkan, mungkin juga akan ke Papua dan Ambon,” papar Suhaimin Djohan di Jakarta, Selasa (16/4).

Menurut dia, rencana untuk mengembangkan wilayah operasi perusahaan sejak beberapa tahun lalu, namun keinginan tersebut terganjal dengan peraturan Bank Indonesia terkait pembukaan cabang bank dan modal inti. “Dengan demikian, kami membuat simulasi untuk mewujudkan 70 cabang bank hingga akhir tahun ini,” imbuhnya.

Berdasarkan simulasi tersebut, kata Suhaimin, ternyata perusahaan membutuhkan dana tidak kurang dari Rp1 triliun untuk memuluskan rencana tersebut. “Kalau membuka cabang-cabang di Jakarta, tentunya membutuhkan modal yang sangat besar,” ujarnya.

Selain itu, jelas dia, dalam upaya mengembangkan bisnis perusahaan, Bank Nobu akan mengupayakan untuk masuk ke dalam kelompok bank umum kelompok usaha (BUKU) 2. “Kalau saat ini kami dengan permodalan Rp250 miliar sampai Rp450 miliar. Kami masih masuk ke dalam kelompok BUKU 1,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/26/PBI/2012 tanggal 27 Desember 2012 mengatur mengenai cakupan kegiatan usaha dan pembukaan jaringan kantor sesuai dengan modal inti Bank yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan daya saing perbankan nasional.

Dengan demikian, pengaturan kegiatan usaha bank didasari modal inti yang dimiliki bank, yakni pada BUKU 1 Bank bermodal inti kurang dari Rp1 triliun, pada BUKU 2 modal inti Rp1 Triliun sampai dengan kurang dari Rp5 triliun, BUKU 3 dengan modal inti Rp5 Triliun sampai dengan kurang dari Rp30 triliun serta BUKU 4 dengan modal inti di atas Rp30 triliun.

“Kami mempunyai komitmen untuk menuju BUKU 2, karena BUKU 2 itu mempunyai keleluasaan yang lebih baik dari BUKU 1. Kami juga¬† berencana menjadi bank devisa. Dengan menjadi bank devisa, otomatis kegiatan valuta asing kami bisa mendukung penguatan modal usaha,” paparnya.

Lebih lanjut Suhaimin mengungkapkan, hingga akhir 31 Oktober 2012 perseroan membukukan aset sebesar Rp802,9 miliar dengan total penyaluran kredit senilai Rp282,3 miliar. Sementara itu, kata dia, dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun Bank Nobu sebesar Rp541,6 miliar dan ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp255,5 miliar.

“Dalam menyalurkan kredit, kami memfokuskan pada segmen UMKM, baik berupa kredit modal kerja maupun kredit investasi. Dari sisi penghimpunan dana, kami memposisikan pada produk-produk di segmen transaksi ritel dan payment banking dengan dukungan fasilitas ATM (anjungan tunai mandiri),” tuturnya