Buka Kran Impor, Presiden Berharap Harga Daging Segera Turun

Buka Kran Impor, Presiden Berharap Harga Daging Segera Turun

0
BERBAGI
Presiden Jokowi memperhatikan produk yang disajikan di Lulu Hypermarket, Jakarta, Selasa (31/5).

JAKARTA-Pemerintah terus berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan menjelang bulan Ramadhan. Selain menjaga pasokan, pemerintah juga terus berupaya agar harga bahan pangan, utamanya daging sapi dan bawang merah, tidak melonjak terlalu tinggi.

Presiden Joko Widodo menjelaskan kebijakan impor bawang merah dimaksudkan untuk mencukupi ketersediaan bibit bawang yang sekitar satu atau dua bulan ke depan akan dibutuhkan oleh para petani. “Kita melakukan impor bawang itu untuk mencukupi bibit yang kurang lebih sebulan atau dua bulan lagi dibutuhkan oleh petani. Karena kita lihat harga bibitnya saat ini sekitar Rp 42 ribu sampai Rp 43 ribu rupiah. Jadi impor bawang merah itu titik beratnya ada di bibit bawang. Sehingga, sekarang petani punya kesempatan untuk menyimpan bibit yang nantinya akan dikeluarkan,” jelas Presiden Jokowi usai meresmikan pembukaan Lulu Hyperstore di Cakung, Jakarta, Selasa (31/5).

Presiden menjelaskan, kebijakan membuka keran impor untuk beberapa komoditas pangan bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar yang menjelang Ramadhan selalu meningkat. “Menteri pasti sudah menghitung supply dan demand nya. Saya kira kalau permintaannya banyak sementara kemampuan produksinya masih belum dapat memenuhi jumlah permintaan, maka harus ditutup dengan impor,” ujar Presiden.

Presiden mengatakan pengiriman daging impor dalam proses. Diperkirakan, daging import ini masuk pasar Indonesia pada minggu pertama bulan Ramadhan nanti. Setelah itu, daging tersebut dapat segera didistribusikan.  “Pemerintah harapkan  harga di eceran menjadi Rp 80.000/kg. Semua itu dilakukan untuk menjaga harga bahan pangan tetap terjangkau di kalangan masyarakat. Yang kita harapkan harga turun. Satu, harga bawang harus turun. Kedua, harga gula turun. Ketiga, harga daging turun, dan keempat beras juga harus turun,” katanya.

Sementara itu, terkait harga daging yang sudah melonjak tinggi menyentuh Rp 120.000/kg, Presiden mengatakan masih akan terus melihat perkembangan di pasar apakah harga daging dapat turun menjadi sekitar Rp. 80 ribu sebagaimana yang telah ditargetkan sebelumnya. “Masih dilihat. Minggu kedua nanti dilihat,” ujarnya.