Bunuh 31 Pekerja, DPD Minta Stop “Kontraktor Titipan” Garap Proyek Papua

11

JAKARTA-Senator asal Papua Pendeta Charles Simaremare mendesak pemerintah memprioritaskan kontraktor lokal (Papua) untuk mengerjakan dan membangun infrastruktur-infrastuktur Papua. Alasannya ekonomi daerah akan bergerak, karena aliran dana berputar di daerah. Disisi lain, faktor keamanan juga menjadi pertimbangan lain. Sehingga meminilisir terjadinya gesekan dengan penduduk setempat. Makanya, pemerintah perlu cermat dan hati-hati. “Tapi kalau kontraktor asal Jakarta yang mengerjakan proyek di Papua, maka aliran uang akan kembali ke Jakarta lagi. Jelas tidak ada dampaknya bagi masyarakat Papua,” katanya dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Apalagi, kata anggota DPD RI asal Papua, proyek jembatan yang dikerjakan tidak terlalu sulit dan besar. Karena itu, sebenarnya bisa ditangani kontraktor lokal. Seperti diketahui, dalam kasus pembunuhan 31 pekerja PT Istaka Karya oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), BUMN tersebut sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. “Kalau memang proyek itu sangat besar dan kontraktor lokal tak sanggup mengerjakannya, karena membutuhkan keahlian yang tinggi, ya ok lah, bisa dikerjakan kontraktor luar,” tambahnya

Malah Charles Simaremare mengkritik kebijakan pemerintah yang banyak meloloskan kontraktor-kontraktor pusat mengerjakan proyek daerah. Alasannya macam-macam, ada yang karena rekomendasi dari dirjen atau pemerintah pusat. “Kita sendiri tidak tahu, apa memang benar demikian. Akibatnya, kontraktor lokal hanya menjadi penonton saja. Stoplah aksi droping-droping kontraktor dari pusat,” terangnya lagi.

Lebih jauh caleg Perindo dari Dapil Papua ini membeberkan sejumlah proyek APBD yang aman dan lancar dikerjakan kontraktor lokal. Hal ini karena, sebelum mengerjakan proyek itu, masyarakat dilibatkan secara aktif. Sehingga tidak merasa ditinggalkan. “Coba lihat itu, ada 27 proyek jembatan, kenapa lebih banyak dikerjakan kontraktor pusat. Malah, lebih didominasi 2 BUMN. Mulai ke depan, tidak boleh lagi seperti itu,” ungkapnya.

Ditanya soal kualitas kontraktor lokal yang tak kualified, Charles membantah tudingan tersebut. Malah yang terjadi alat-alat kontraktor lokal tersebut disewa dan dipinjam oleh kontraktor asal pusat. “Kan tidak mungkin, kontraktor pusat membawa dan mengirim alat-alat ke sana. Ongkosnya jauh lebih mahal. Makanya, kita berharap PUPR mengutamakan kontraktor lokal saja. Demi menggerakan ekonomi daerah,” paparnya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghentikan sementara pekerjaan proyek jembatan Nduga penghubung Kali Aorak dan Kali Yigi di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, hingga situasi aman terkendali. “Dengan adanya kejadian ini, seluruh pekerjaan dihentikan, dari ruas Mamugu-Wamena, sambil menunggu kondisi kondusif menurut rekomendasi dari Pangdam dan Kapolda,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam jumpa pers di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari proyek infrastruktur Trans-Papua, tepatnya Segmen V yang berada di antara ruas Wamena-Nduga-Batas Batu-Mamugu. Proyek yang menjadi lokasi kejadian itu berada di Kali Aorak Km 102+525 dan Kali Yigi Km 103+975. Pengerjaannya dilakukan oleh PT Istaka Karya (Persero) yang ditugaskan membangun 14 jembatan di Papua, di mana 11 jembatan di antaranya sedang dikerjakan.
Kondisi proyek Jembatan Kali Yigi. “Kami sedang menyelesaikan proyek konektivitas di tanah Papua, di antaranya ruas Wamena-Nduga-Batas Batu-Mamugu, Segmen V Trans-Papua). Tujuannya untuk logistik di Wamena yang selama ini dilayani lewat udara,” tambah Basuki lagi.

Terdapat 35 jembatan yang dibangun di ruas dari Wamena ke Mamugu yang terbentang sepanjang 278 kilometer itu. Kementerian PUPR menjelaskan untuk konstruksi jalan saat ini sudah rampung, tinggal menyelesaikan jembatan. Sebanyak 5 jembatan di antaranya sedang dalam pengerjaan.

Terkait penembakan terhadap para pekerja konstruksi, Basuki menambahkan, kondisi di sekitar proyek jembatan itu sudah dinyatakan aman oleh pihak Istaka. Para pekerja sudah bersosialisasi seperti biasa dengan masyarakat setempat, bahkan mereka mendapat jaminan keamanan. “Di Istaka, di Km 103 di Kali Yigi dan Aorak sebenarnya sudah aman. Istaka juga sudah menyatu dengan warga. Menurut informasi Kepala Balai Besar Jalan Papua, warga menjamin keamanan petugas Istaka Karya,” imbuh Basuki.

Dia mengungkapkan, sebenarnya daerah rawan keamanan adalah di lokasi proyek jembatan yang dikerjakan oleh Brantas Abipraya. Maka dari itu, proyek tersebut dihentikan 4 bulan lalu. Setelah peristiwa penembakan itu, Kementerian PUPR pada hari ini memutuskan untuk menghentikan sementara pekerjaan proyek jembatan Kali Aorak dan Kali Yigi sampai situasi dinilai aman sesuai rekomendasi dari TNI dan Polri. ***eko