Buru Riza Chalid, Polri Libatkan Interpol

148
Kapolri Jenderal, Badrodin Haiti

BOGOR-Polri siap melibatkan perwakilan-perwakilan interpol,  baik di Indonesia maupun di luar negeri guna melacak keberadaan pengusaha minyak, Muhammad Riza Chalid yang hadir dalam pertemuan antara Ketua DPR Setya Novanto dengan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Syamsudin. Sebab, dari data Kemenhukham, pengusaha yang diduga terlibat skandal “papamintasaham” ini sudah lari meninggalkan Indonesia sejak empat hari lalu. Namun langkah Polri ini akan dilakukan setelah mendapat laporan dan permintaan resmi dari Kejaksaan Agung (Kejagung). “Ya nanti kan bisa kita telusuri dari perwakilan-perwakilan interpol baik di Indonesia, di luar negeri, di setiap negara kan ada interpolnya, kita bisa minta bantuan ke sana,” jelas Kapolri, Jenderal Badrodin Hairi di Istana Bogor, Selasa (8/12).

Sosok Riza Chalid yang disebut-sebut pemain minyak nomor wahid di Indonesia itu tengah dicari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR dan Kejagung.  Dua lembaga tersebut mencari Riza untuk dimintai keterangan terkait keterlibatannya dalam dugaan kasus perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.  Riza Chalid disebut-sebut tinggal di Singapura.

Polri katanya terus memantau nama-nama yang ada di dalam rekaman kasus dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) oleh Ketua DPR Setya Novanto. Walaupun kepolisian secara resmi belum akan mengusut kasus tersebut lantaran belum ada laporan dan permintaan. “Ya kalau dipantau sih sudah,” katanya.

Badrodin mengakui untuk mengusut seseorang yang tinggal di Singapura polisi memiliki keterbatasan. “Ya memang kewenangan polisi di negara lain kan terbatas, tidak kayak di negara kita, kita paling banter minta bantuan Interpol. Iinterpol minta bantuan kepolisian setempat untuk bisa menyampaikan surat panggilan atau menghadapkan. Kalau yang bersangkutan kepolisian setempat tidak mau memberikan bantuan, ya enggak apa-apa, kita enggak bisa membawa pulang berarti,” jelas Badrodin.

Sementara itu, Jaksa Agung HM Prasetyo memastikan akan mengusut dugaan permufakatan jahat yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha M Riza Chalid saat bertemu bos PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Kejaksaan Agung akan memanggil pihak-pihak terkait termasuk pengusaha minyak M Riza Chalid. “Makanya, justru itu, nanti kita panggil,” kata Prasetyo di Istana Bogor, Selasa (8/12).

Kejaksaan Agung sudah mendapatkan informasi bila Riza Chalid sudah meninggalkan Indonesia alias di luar negeri. Namun, lanjut Prasetyo, pihaknya belum mengantongi secara jelas lokasi Riza tinggal di luar negeri. “Saya belm tahu, kan kita masih penyelidikan. Kita belum sejauh itu. Penyelidikan kan mencari bukti-bukti awal apa saja. Kalau penyelidikan kita belum bisa upaya paksa kan. Nanti setelah penyidikan baru kita bisa lebih jauh dari itu. Kita hanya dengar dia tidak di Indonesia. Kita tunggu saja, kita akan panggil,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memastikan pengusaha minyak M Riza Chalid sudah tidak berada di Indonesia sejak empat hari  lalu. “Dia tidak di Indonesia. Pertama, dia warga negara Indonesia, punya paspor di Indonesia tapi sudah tidak di Indonesia,” kata Yasonna di Istana Bogor, Selasa (8/12).

Yasonna mengaku tidak tahu keberadaan Riza dan tidak menjelaskan di mana Riza tinggal. “Beberapa waktu, empat hari lewat,” tegasnya.