Cadangan Devisa Akhir Juli 2016 Naik US$1.6 Miliar

26

JAKARTA-Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Juli 2016 tercatat sebesar US$111,4 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2016 sebesar US$109,8 miliar.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Arbonas Hutabarat  Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh penerimaan cadangan devisa, antara lain berasal dari penerimaan pajak dan devisa migas pemerintah serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas, yang melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo.

Menurutnya, posisi cadangan devisa per akhir Juli 2016 tersebut cukup untuk membiayai 8,5 bulan impor atau 8,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. “BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” pungkasnya.