Catatan Kunjungan Sri Mulyani ke Papua

16
Sri Mulyani
Menkeu, Sri Mulyani Indrawati/photo dok facebook

Tanggal 10 September 2019, saya bersama beberapa pejabat Eselon 1 mengunjungi Jayapura – Ibu Kota Papua untuk bertemu dan melihat kondisi seluruh jajaran Kementerian Keuangan pasca kerusuhan. Kunjungan saya bertujuan memberikan semangat dan dukungan pemulihan kerja jajaran Kemenkeu yang bertanggung jawab untuk menyalurkan dana APBN ke Papua dan Papua Barat.

Anggaran APBN (2019) untuk Papua dan Papua Barat sangat besar. Transfer ke daerah dan dana desa termasuk dana otonomi khusus adalah Rp13,2 T untuk Papua dan Rp8,9 T untuk Papua Barat.

Selain itu Belanja Kementerian Lembaga di Papua tahun anggaran 2019 sebesar Rp16,4 T dan Papua Barat sebesar Rp8,0 T, sedangkan untuk 2020 Papua sebesar Rp15,9T dan Papua Barat sebesar Rp7,9 T termasuk untuk membangun infrastruktur, fasilitas olah raga untuk menyambut PON (venues, transportasi dll) tahun 2019 sebesar Rp0,88 T dan tahun 2020 sebesar Rp0,95 T.

Fungsi Kementerian Keuangan sangat penting dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat. Namun kantor-kantor Kementerian Keuangan juga menjadi sasaran perusakan, penjarahan dan bahkan pembakaran oleh para perusuh.

Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Jayapura habis terbakar oleh para perusuh – termasuk mobil kantor, 2 mobil dinas terbakar, 2 mobil dinas rusak, 1 motor dinas rusak dan 16 motor milik pribadi staf, komputer, dan bahkan ijazah dan uang tabungan staf yang tersimpan di kantor ikut terbakar.

Dalam suasana yang mencekam dimana kantor dijarah dan dibakar dan seluruh 46 pegawai Bea Cukai harus menyelamatkan diri menumpang ke kapal yang sedang sandar. Namun dua staf Bea Cukai yang bernama Benyamin Adi Ericson Billik (Erico) dan Hery Matatula memberanikan diri kembali ke kantor yang tengah dilalap api sementara para perusuh masih berkeliaran.

Erico dan Hery terpanggil oleh rasa tanggung jawab besar, berani mengambil resiko ancaman keamanan dan keselamatan pribadinya untuk menyelamatkan 19 pucuk senjata dan 2,000 amunisi yang tersimpan di ruang kantor agar tidak direbut oleh para perusuh. Di tengah kobaran api, mereka harus membobol lemari besi dibantu dua staf cleaning service (Maxi Mandosir dan Yoseph Tuku Rantesalu) ) dan dua petugas polisi dari Polsek (Iptu Joko Prayogo dan Bripka Eko Iswahyudi).

Senjata dan amunisi tersebut berhasil diselamatkan.

Saya atas nama Kementerian Keuangan dan Negara memberikan penghargaan tinggi dan menaruh rasa hormat kepada Erico dan Hery dan banyak jajaran Kemenkeu lain yang memiliki karakter dan sikap kecintaan luar biasa dalam memenuhi panggilan tugas dan tanggung jawab sebagai aparat sipil negara- yang membuktikan kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mereka inilah yang membuat kita optimis bahwa bangsa Indonesia selalu dapat mengatasi segala cobaan dan mampu berjuang menjaga persatuan kesatuan dan terus membangun menjadi bangsa dan negara yang besar, maju dan terus menjaga kedaulatan dan persatuan diatas kebhinekaan kita. Setiap waktu, setiap kejadian, setiap situasi, Indonesia selalu mampu melahirkan pahlawan-pahlawan yang menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi semua untuk terus secara optimis maju dan bangkit kembali dari segala cobaan dan gangguan.

Dalam kunjungan ini saya mendengar laporan seluruh Kepala Kantor Wilayah vertikal mengenai kejadian kerusuhan dan bagaimana upaya penyelamatan staf dan keluarga serta perkantoran. Saya mendengar cerita Maria dan Irma dari Kantor Pelayanan Pajak yang sejak kecil bersama keluarganya tinggal di Papua dan telah menjadi bagian dari masyarakat Papua.

Mereka mendadak melihat jalinan sosial yang selama ini berjalan baik dan harmonis, secara beringas terkoyak oleh kerusuhan. Kita melihat bahwa rasa persaudaraan persatuan Indonesia antar sesama rakyat, warga dan bangsa Indonesia sangat bisa dirusak oleh sentimen perbedaan suku, etnis, ras dan agama dan oleh nafsu kekuasaan.

Kejadian kerusuhan di Papua memberikan pelajaran sangat berharga bahwa persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia adalah aset yang luar bisa berharga yang menjadi tanggung jawab kita semua untuk ikut menjaga, memelihara dan membelanya. Kita semua dari semua generasi wajib ikut serta terus membangun dan memperkuat Persatuan dan kesatuan Indonesia.

Karena kantor serta harta benda yang terbakar bisa dengan cepat kita bangun dan peroleh kembali. Namun rasa persaudaraan dan persatuan antar sesama warga, rasa saling peduli dan saling percaya serta menghormati antar sesama rakyat Indonesia yang majemuk akan sangat sulit dibangun kembali apabila telah dikoyak dan dirusak.

Mari kita jaga bersama persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Mari kita lawan mereka yang ingin merusak kerukunan dan persaudaraan Indonesia kita. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia.

Jayapura, 10 September 2019
Dikutip dari akun facebook Sri Mulyani Indrawati