CBA Ungkap 3 Perusahaan Langganan Pemenang Tender di Istana

CBA Ungkap 3 Perusahaan Langganan Pemenang Tender di Istana

0
BERBAGI
Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi

JAKARTA-Center For Budget Analysis (CBA) mengungkap  keganjilan dan keanehan dalam proses penentuan pemenang tender proyek di Istana Negara yang dilakukan oleh Sekretariat Negara (Setneg). Sejak dua tahun terakhir ( 2015 – 2016), Setneg, hanya memilih 3 perusahaan menjadi langganan pemenang tender proyek. Ketiga perusahaan tersebut adalah, PT.Biosis Multi Jaya, PT.Tataruang Dinamika dan PT. Hastamulti Yogatama. Perusahaan yang menang, itu -itu saja atau loe lagi, loe lagi untuk setiap tahun dari ribuan perusahaan yang ada. Wajar publik curiga dan benar benar tidak masuk akal, masa yang menang lelang  hanya tiga perusahaan ini  melulu untuk setiap tahun,” ujar Direktur CBA Uchok Sky Khadafi di Jakarta, Senin (15/8).

Seperti diketahui,pada tahun 2015 dan 2016, Setneg mempunyai proyek pemeliharaan kebersihaan taman, dan rumah jabatan pejabat negara baik yang di Jalan Widya Chandra, Denpasar Raya, Kuningan, Jalan Anggrek Nelimurni, Slipi, dan Rumah Jabatan anggota MA, BPK, dan MK di daerah Kemayoran. Pagu paket untuk pemeliharaan rumah jabatan pejabat tinggi pada tahun 2016 sebesar Rp 12.5 miliar untuk 6 item yang dilelang, dan pada tahun 2015 hanya sebesar Rp.11.5 miliar juga 6 item yang dilelang.  Hal ini memperlihatkan kenaikan alokasi anggaran dari tahun 2015 ke 2016 sebesar Rp.1.005.473.000. “Kenaikan alokasi anggaran ini benar benar pemborosan yang tidak bisa dimaafkan sama sekali ketika keuangan negara sedang dalam kondisi morat marit,” tegasnya.

Uchok mensinyalir terjadi kongkalikong atau main mata dalam internal istana Presiden terkait pemenang tender proyek di istan. Indikasinya, ketiga perusahaan itu menjadi langganan pemenang proyek di sejumlah kementrian.

Uchok menuturkan, pada tahun 2015, proyek pemeliharaan kebersihaan taman dan rumah jabatan pejabat negara baik yang di Jalan Widya Chandra, Denpasar Raya, Kuningan, Jalan Anggrek Nelimurni, Slipi, dan Rumah Jabatan anggota MA, BPK, dan MK di daerah Kemayoran senilai Rp 11.5 miliar dengan  6 item yang dilelang.
Pemenang dari proyek yang dibiayai APBN ini adalah PT.Biosis Multi Jaya mendapat 2 item dengan nilai pagu paket sebesar Rp 3.9 miliar PT.Tataruang Dinamika mendapat 2 item dengan nilai sebesar Rp 3.7 miliar, dan PT. Hastamulti Yogatama mendapat jatah 2 item dengan nilai sebesar Rp 3.8 miliar.

Tak hanya berhenti disitu. Pada tahun 2016, proyek pemeliharaan kebersihaan taman, dan rumah jabatan pejabat negara baik yang di Jalan Widya Chandra, Denpasar Raya, Kuningan, Jalan Anggrek Nelimurni, Slipi, dan Rumah Jabatan anggota MA, BPK, dan MK di daerah Kemayoran dengan nilai sebesar Rp 12.5 miliar untuk 6 item yang dilelang.

Lagi-lagi, proyek yang dibiayai oleh APBN ini dimenangkan oleh ketiga perusahaan yang sama.

PT.Biosis Multi Jaya mendapat 4 item dengan nilai pagu paket sebesar Rp 7.6 miliar, PT.Tataruang Dinamika mendapat 1 item dengan nilai sebesar Rp 2.5 miliar dan PT. Hastamulti Yogatama dapat 1 item dengan nilai sebesar Rp2.3 miliar. “Dengan demikian,  tiga perusahaan ini jadi kenyang setiap tahun sebab selalu dimenangkan oleh  Setneg. 3 perusahaan ini, seperti pelanggan yang menguntungkan bagi pihak pihak di istana. Atau memang hanya tiga perusahaan ini, yang miliki dan mengusai proyek proyek pemeliharaan dan kebersihan dalam internal istana ?,’” tanyanya.

Padahal, kalau  jalan -jalan ke Widya Chandra atau Denpasar, rumah jabatan pejabat Tinggi negeri ini kelihatan kumuh meski alokasi anggaran setiap tahun diatas Rp 10 miliar.