Cegah Spekulan Rupiah, Aparat Diminta Beri Kesejukan Informasi

Cegah Spekulan Rupiah, Aparat Diminta Beri Kesejukan Informasi

0
BERBAGI
tribunnews.com

JAKARTA- Direktur Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartarti mengingatkan pemerintah terutama aparat penegak hukum agar memenangkan situasi. Dengan cara itu, justru membuat situasi ekonomi menjadi bersahabat. “Medsos bukan menjadi sumber data yang akurat. Masyarakat pun harus hati-hati dan aparat hukum terutama bukan malah ikut-ikutan latah,” katanya di Jakarta, Senin (28/11/2016).

Menurut Enny, otoritas pemerintahan semestinya memberikan informasi yang valid. Sehingga semua keputusan dan kebijakan itu diputuskan dengan menggunakan data yang valid.

Soal issu rush money, lanjut Enny, pemerintah seharusnya menenangkan dan menyampaikan dengan data-data yang faktual dan bukan malah menambah kegaduhan. “Issu rush money, mestinya pemerintah mengkormasi data faktual yang ada. Apakah memang ada penarikan dana yang luar biasa dari masyarakat, bagaimana tingkat kesehatan perbankan dan lain-lain yang mestinya dijadikan acuan,” ujarnya.

Mengenai belum ditahannya Ahok oleh pihak kepolisian berdampak pada situasi ekonomi, Enny menjelaskan ada beberapa faktor dalam ekonomi yang bisa mempengaruhi selain faktor fundamental juga ada faktor seperti sentimen dan psikologis. ” Dampaknya kalau banyak spekulasi, fluktuasi nilai tukar dan nilai saham sangat tinggi. Ada investor yang hari ini pergi dan dua hari kemudian masuk kembali.Ini jadi ancama bagi perekonomian,” paparnya.

Oleh karena itu kedepan, Enny mengharapkan agar penegak hukum melakukan koordinasi dengan semua yang terkait sebelum mengeluarkan pernyataan yang meresahkan dan itu harus dilakukan dengan smart dan tidak membabi buta. ”Jangan menyampaikan informasi yang justru membuat resah mayarakat. Aparat hukum harusnya bisa meredam isu dan bukan malah membuat isu jadi bertambah liar,” pungkasnya. ***