Cepat Atau Lambat Dampak Brexit Akan Sampai Ke Indonesia

40
?

JAKARTA-Cepat atau lambat dampak Brexit akan merembet juga ke Indonesia. Apalagi perekonomian global sangat mempengaruhi ekonomi Indonesia. “Efek Brexit pasti akan terkena dampak yang lumayan,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari FPAN Achmad Hafisz Thohir di Jakarta, Minggu (26/06/2016).

Dampak lainnya, kata Mantan Ketua Komisi VI DPR ini, juga bisa menyebabkan terjadinya volatilitas, ketidakpastian dan risiko global yang akan naik.
“Jika demikian, dana-dana akan lari ke aset-aset yang dianggap aman. Mungkin lari ke AS dan lain-lain yang dianggap aman,” ujar Hafisz.

Saat ditanya apakah Indonesia bisa meminimalisir dampak Brexit dengan adanya RUU Tax Amnesty yang dalam waktu dekat akan disahkan, Hafisz secara implisit mengatakan bahwa Tax Amnesty untuk menutupi kondisi keuangan yang morat marit.
“Tax amnesty justru menjadi hal yang sangat ditunggu oleh pemerintah. Karena Indonesia terkena resiko capital,” jelas politisi PAN ini.

Sekalipun, kata dia, Dalam kondisi ini (Brexit-red) Indonesia hanya pemain sangat kecil di pasar dunia.

Bahkan, menurutnya, fenomena Brexit tersebut juga bisa berpengaruh terhadap target penerimaan pajak di APBNP 2016 dan volume eksport.
“Sementara ekspor makin terpukul karena pasar Eropa akan terguncang dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga target penerimaan pajak akan semakin berat karena kinerja perusahaan domestik melemah,” papar Hafisz.
“Saya kira Indonesia akan cukup terpukul oleh Brexit karena efek dominonya. Karena Brexit ini merupakan salah satu pukulan terbesar bagi pasar keuangan dunia/global. Seperti Barclays dan RBS, London adalah salah satu pusat keuangan dunia,” tambah Legislator dapil Sumsel ini.

Namun diakuinya, masih terlalu awal untuk melihat dampak sepenuhnya Brexit karena merupakan hal yang baru.

Saat ditanya seberapa besar dampak Brexit terhadap perekonomian Indonesia khususnya di 2016, Hafisz mengatakan bahwa dampaknya cukup besar.

“Ya itulah seperti yang saya sampaikan tadi bahwa ini akan mengefek cukup besar, cuman besarnya sebagaimana, saya belum bisa prediksi. Saran saya kepada pemerintah: kencangkan ikat pinggang melalui perencanaan anggaran yang hati-hati, pemerintah harus menjaga kinerja perusahaan-perusahaan domestiknya untuk menghadapi volatilitas yang tidak pasti ditengah risiko global,” pungkasnya. ***