CIIE 2019: Peluang Dongkrak Ekspor Indonesia ke Tiongkok

29
Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan menjawab wartawan usai mengikuti rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/10) sore

JAKARTA-Indonesia siap berpartisipasi pada The 2ndChina International Import Expo (CIIE) 2019 di National Exhibition and Convention Center (NECC), Shanghai, Tiongkok pada 5–10 November 2019. Partisipasi Indonesia pada pameran ini merupakan bagian dari upaya mendongkrak ekspor Indonesia ke Tiongkok.

“Tujuan partisipasi Indonesia pada CIIE adalah untuk meningkatkan ekspor ke Tiongkok dan memanfaatkan liberalisasi, globalisasi perdagangan, serta keterbukaan pasar Tiongkok,”kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Dody Edward.

CIIE merupakan pameran produk impor yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan Tiongkok (MOFCOM) yang menempati area seluas 500.000 m². Pameran ini akan menampilkan produk impor dari 172 negara dan ditargetkan dikunjungi lebih dari 150.000 orang.

Pameran dibagi dalam dua area yaitu Country Pavilion for Trade and Investment dan Enterprise and Business Exhibition. Country Pavilion for Trade and Investment merupakan area yang dikhususkan sebagai ruang pamer untuk menampilkan produk unggulan, informasi investasi, dan pariwisata dari negara peserta.

Sedangkan, area Enterprise and Business Exhibition merupakan area pameran untuk pelaku usaha yang menampilkan produk impor dengan kategori produk peralatan berteknologi tinggi; peralatan elektronik; kendaraan; pakaian, aksesori, dan barang-barang konsumsi; produk pertanian dan makanan; peralatan medis dan produk perawatan medis; serta perdagangan jasa.

Pada pameran ini, Paviliun Indonesia menempati area seluas 136 m² di Hall 5.2. Paviliun Indonesia akan menampilkan stan Perusahaan Gas Negara, Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan PT Astra International.

Selain itu, akan ditampilkan produk unggulan Indonesia seperti kelapa sawit, kopi, dan sarang burung walet. Pada paviliun tersebut, juga akan digelar kegiatan cicip kopi dari Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI), dan tarian tradisional seperti tari sajojo, tari hantak mahantak, dan tari genjring.

Sementara, pada area Enterprise and Business Exhibition, Kemendag bekerja sama dengan PT Dyandra Promosindo selaku penyelenggara Indonesia akan menempati zona Food and Agriculture seluas 300 m² di Hall 8.2 dan zona Equipment seluas 18 m² di Hall 4.1.

Pada area ini, perusahaan yang berpartisipasi sebanyak 17 perusahaan, yang menampilkan produk kelapa sawit, kopi, teh, sarang burung walet, makanan dan minuman, aneka bumbu, biofuel, dan biji plastik. Selain itu, terdapat beberapa perusahaan Indonesia yang mengikuti pameran secara mandiri dengan mendaftar langsung ke panitia CIIE.

“Partisipasi Indonesia pada CIIE 2019 merupakan kerja sama Kemendag, Kedutaan Besar RI di Beijing, Konsulat Jenderal RI Shanghai, dan Indonesia Tade Promotion Center Shanghai.

Pada pameran ini, Delegasi Indonesia akan dipimpin oleh Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Invesatasi Luhut Binsar Pandjaitan selaku utusan khusus RI dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto,” tutup Dody.

Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar bagi Indonesia dengan total perdagangan pada 2018 mencapai USD 72,7 miliar. Sementara, pada Januari—Agustus 2019 total perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD 45,9 miliar. Produk utama ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok di antaranya batu bara muda; minyak kelapa sawit dan turunannya, batu bara, bubur kayu kimia, feronikel, batu bara bitumen, serta bijih nikel, dan konsentrat.