CIMB Niaga Resmikan 18 unit Mikro Laju di Bali dan Nusa Tenggara

52

KUPANG-PT Bank CIMB Niaga Tbk terus meningkatkan layanan usaha mikro dan kecil (UMK) ke masyarakat melalui penambahan unit Mikro Laju ke berbagai wilayah di Tanah Air. Pada Kamis (7/2), CIMB Niaga meresmikan beroperasinya 18 unit Mikro Laju di wilayah Bali – Nusa Tenggara (Timur dan Barat), yang dilakukan di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Beroperasinya Mikro Laju di Bali-Nusa Tenggara (Timur dan Barat) ini, menjadikannya sebagai kawasan Indonesia Timur kedua yang dirambah Mikro Laju CIMB Niaga setelah Makassar dan sekitarnya, bulan November tahun lalu.

Dengan penambahan 18 unit baru Mikro Laju di Bali dan Nusa Tenggara (Timur dan Barat) maka jumlah total unit Mikro Laju CIMB Niaga di Indonesia per hari ini telah bertambah menjadi 350 unit. “Adapun, jumlah kredit yang telah disalurkan Mikro Laju CIMB Niaga per 31 Desember 2012 sebesar Rp2,15 triliun, meningkat sekitar 73% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,24 triliun,”  ujar Direktur Commercial Banking & Syariah CIMB Niaga  Handoyo Soebali dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (7/2).

Dia mengatakan, pembukaan Mikro Laju di wilayah Bali – Nusa Tenggara (Timur dan Barat) merupakan wujud komitmen CIMB Niaga untuk terus mengembangkan layanan UMK secara merata ke masyarakat di berbagai wilayah di Tanah Air. Sebelumnya, Mikro Laju CIMB Niaga telah menjangkau Jawa, Sumatera, dan terakhir Sulawesi. “Kami melihat masih banyak potensi-potensi di daerah yang belum digarap, khususnya di kawasan Timur Indonesia. Hal ini yang mendasari pertimbangan kami untuk membuka layanan Mikro Laju di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Timur dan Barat),” kata Handoyo.

Handoyo menambahkan, hadirnya 18 unit Mikro Laju ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelaku usaha mikro dan kecil, khususnya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Timur dan Barat).

Handoyo optimistis dengan perkembangan pasar kredit UMK ke depannya. Pemerintah sendiri sangat mendukung sektor UMK, yang menjadi salah satu penggerak roda perekonomian masyarakat dalam mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia. Hal ini terlihat dari dikeluarkannya aturan Bank Indonesia, yang menetapkan portofolio kredit perbankan di sektor mikro, kecil, dan menengah sebesar minimal 20% secara bertahap hingga 2018.  “Tentunya hal ini akan berdampak positif terhadap perkembangan sektor UMK di Indonesia ke depannya, termasuk pertumbuhan Mikro Laju CIMB Niaga. Langkah ini juga sejalan dengan strategi CIMB Niaga untuk terus mengembangkan bisnis mikro dan kecil, sebagai salah satu segmen bisnis dengan potensi pertumbuhan yang tinggi,” jelas dia.

Seiring bertambahnya jumlah Mikro Laju di Indonesia, Mikro Laju CIMB Niaga terus berkomitmen untuk memberikan beragam layanan dan produk kepada masyarakat, dalam hal ini pelaku usaha mikro. Khusus untuk pembiayaan, Mikro Laju menawarkan dua fasilitas pinjaman, Kredit Mikro Madya, yaitu pinjaman dengan plafon hingga Rp50 juta, dan Kredit Mikro Utama, yaitu pinjaman dengan plafon hingga Rp1 miliar.

Selain layanan dan produk tersebut, Mikro Laju CIMB Niaga juga berupaya untuk menghimpun dan meningkatkan dana masyarakat, melalui beragam produk tabungan, seperti Tabungan Usaha, TabunganKu, dan Tabungan Pendidikan. Upaya lainnya juga dilakukan melalui program arisan pasar, yang merupakan program edukasi dan akuisisi tabungan yang menargetkan kelompok-kelompok arisan bagi pelaku usaha di pasar. “Kami siap melayani kebutuhan akan produk dan layanan perbankan bagi nasabah, khususnya pengusaha mikro. Dengan layanan perbankan yang handal dan komprehensif, kami mengajak pengusaha mikro untuk tumbuh dan berkembang bersama CIMB Niaga,” tutup Handoyo.