CUDES: Program Perumahan Anies-Sandi Menyesatkan

CUDES: Program Perumahan Anies-Sandi Menyesatkan

0
BERBAGI
Cagub DKI Jakarta, Anies Baswedan

JAKARTA-Center for Urban Development Studies (CUDES) mengingatkan pasangan calon gubernur (cagub) DKI Jakarta, Anies Baswedan dan cawagub Sandiaga Uno agar tidak menyampaikan informasi yang menyesatkan tentang program perumahan bagi warga Jakarta.

Chairman CUDES, Ferdinand Lamak menegaskan, pernyataan Anies Baswedan tentang masih banyaknya ketersediaan rumah seharga dibawah Rp 500 juta sebagai informasi yang salah. “Pak Anies,  jika merujuk kepada angka Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) terendah di Jakarta saja, belum tentu bisa mendapatkan harga rumah yang bankable atau layak dibayai oleh perbankan dengan harga di bawah Rp 500juta seperti yang dikatakan,” terang Lamak di Jakarta Selasa (28/3).

Sebelumnya, rumah seharga Rp 350 juta disampaikan Anies pada saat debat dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di program Mata Najwa.

Menteri pecatan Joko Widodo berjanji apabila terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta akan membantu masyarakat yang ingin memiliki rumah. Pasalnya, masih banyak rumah di Jakarta yang harganya Rp 350 juta bukan hanya di pinggiran Jakarta. “Ajukan ke kami, tapi syaratnnya itu rumah pertama dan bukan dijadikan tempat usaha,” kata Anies.

Namun Lamak menilai pernyataan Anies ini keliru. Bahkan, program perumahan Anies-ini Sandi sebagai bentuk pembohongan publik.

Berdasarkan data yang didapat dari rumah123.com, 95 persen properti di Jakarta harganya di atas Rp 480 juta. Sementara hanya 5% saja harga property di Jakarta yang dibawah Rp 480 juga.

Lamak berharap agar Anies-Sandi menyampaikan informasi tentang kondisi perumahan di Jakarta berbasis data. “Apalagi yang digunakan adalah listing rumah dijual yang ada di website properti. Kalaupun ada, tidak signifikan jumlahnya untuk bisa memenuhi backlog perumahan di DKI Jakarta yang mencapai 1,5 juta unit berdasarkan jumlah keluarga berpenghasilan rendah,” ungkap Lamak.

Analis Properti dari CUDES mengatakan angka 1,5 juta itu belum ditambahkan dengan jumlah potensial first home buyer atau yang disebut sebagai milenials.

CUDES memperkirakan backlog perumahan di DKI Jakarta sudah melampaui angka 2juta, dari total secara nasional 13,5 juta unit seturut data dari Kementerian PUPR.

CUDES berani memastikan bahwa Cagub Anies Baswedan salah dalam menggunakan data referensi tentang ketersediaan rumah tapak terjangkau di Jakarta. Hal ini akan berbahaya bagi program perumahannya jika kelak terpilih sebab tak mungkin dapat dieksekusi. “Masalah perumahan di DKI Jakarta berbeda dari daerah lain. Bicara keberpihakan, di daerah lain mungkin persoalan selesai dengan mengandalkan keberpihakan, tetapi di DKI Jakarta, good will dan keberpihakan saja tidak cukup karena ketergantungan terhadap pasokan atau supply adalah hal yang utama,” ujar Lamak.

Lebih lanjut CUDES mengajak kedua pasangan calon agar lebih komprehensif membuat pemetaan masalah perumahan dengan lebih baik agar solusi yg ditawarkan pun tidak menjadi bahan olok-olok publik karena tidak akurat dalam menyajikan data. “Jadi, harus berbasis data. Biar jelas sumbernya,” pungkasnya.