Daerah Harus Tingkatkan Daya Tarik Investasi

42

JAKARTA-Distribusi pertumbuhan ekonomi Indonesia  ternyata merata hingga ke daerah. Karena itu, pemerintah daerah harus menambah daya tarik investasi. Pernyataan itu seperti disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto disela-sela Rapat Kerja Nasional Kadin di Hotel Aryaduta Jakarta, Senin (28/10).

Suryo mengaku, Indonesia berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi. Akan tetapi, ¬†belum disertai dengan pemerataan hingga ke daerah. Pasalnya, selama ini Indonesia kadung menganut pola pusat pertumbuhan di Pulau Jawa, selanjutnya melakukan distribusi ke daerah. Bahkan, pilhan ini pun tidak dibarengi dengan pembangunan infrastruktur. “Memang basis produksi kita masih terpusat di Jawa. Padahal sumber daya alam dan sumber daya energi terdapat di pulau-pulau luar Jawa. Akibatnya, kebutuhan transportasi bahan baku dan bahan energi ke Jawa serta distribusi ke daerah selalu tinggi,” papar Suryo.

Dia mengatakan, orientasi ekonomi darat, serta pusat pertumbuhan di Jawa menyebabkan tertinggalnya banyak daerah yang berakibat pada peningkatan angka kemiskinan. “Kalau pun distribusi dari Jawa ke daerah tertinggal mencukupi, dapat dipastikan harga barang di daerah terpencil akan lebih mahal,” katanya.

Lebih lanjut Suryo menegaskan, redistribusi lokasi industri ke daerah dan mengembang industri di daerah sesuai dengan sumber daya alam yang tersedia. “Diperlukan prakarsa dari daerah. Daerah perlu berusaha untuk tidak selalu bergantung pada kebijakan pusat. Daerah harus mampu menarik investasi untuk mengembangkan potensi alam di daerah dan membangun sarana produksi barang-barang konsumsi,” tuturnya.

Dia menambahkan, daerah harus menambah daya tarik investasi agar daerah itu bisa mengembangkan basis produksi kebutuhan konsumsi lokal maupun ekspor. “Daerah juga tidak dapat terus-menerus menawarkan sumber daya alam untuk menarik investasi,” tegas Suryo.