Dampak Erupsi Gunung Agung Tak Signifikan Terhadap Industri Pariwisata Bali

22

JAKARTA-Denyut industri pariwisata Bali ternyata belum terdampak dari letusan Gunung Agung. Padahal beberapa maskapai penerbangan sudah membatalkan penerbangannya. “Memang pasti ada dampak yang merugikan Bali, tetapi keyakinan kami dampaknya tidak signifikan untuk merusak lingkungan Bali,” kata anggota Komisi XI DPR Tutik Kusuma Wardhani kepada wartawan, Kamis (5/7/2018).

Masyarakat Bali, kata anggota Fraksi Partai Demokrat ini, mulai sudah terbiasa dengan dinamika Gunung Agung. Setidaknya masyarakat sudah paham, tindakan-tindakan yang harus diantisipasi tas kemungkinan terburuk. “Mengingat keyakinan kami, dimana kami yang taat dan tulus melakukan ritual-ritual untuk menjaga kesucian Bali tentu atas pertolongan TUHAN (IDA SHW) kami juga akan dilindungi,” tambahnya.

Pariwisata, lanjut Tutik, merupakan jantung kehidupan Pulau Bali. Karena paling dominan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat harus bisa kembali disadarkan pentingnya menjaga kebersamaan. “Dan pesan kami untuk saudara-saudara kami di Bali, event Pilkada sudah selesai, mari kita bersatu kembali untuk bersama-sama menjaga dan membangun Bali yang kita cintai,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua Bali Hotel Association (BHA), Gede Ricky Putra mengatakan, hingga saat ini bisnis hotel di Bali masih berjalan normal meski ada aktivitas vulkanik Gunung Agung. “Sampai saat ini semuanya berjalan baik dan lancar,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Bahkan tingkat okupansi hotel di Bali juga masih terhitung tinggi, yaitu berada di kisaran 83 persen-85 persen. Hal ini membuktikan jika erupsi tidak mengganggu sektor pariwisata di Bali. “Okupansi hotel masih rata-rata bagus, berkisar 83 persen sampai 85 persen,” terangnya

Meski demikian, lanjut Ricky, ada sejumlah permintaan dari tamu hotel untuk menjadwalkan ulang kunjungan ke Bali akibat adanya erupsi ini. Namun hal tersebut dinilai sebagai suatu hal yang wajar.‎
“Ada momen rescheduling tamu saja, baik saat pemberangkatan maupun kedatangan dan dampaknya sangat-sangat sedikit,” lanjut dia.

Ricky berharap peristiwa alam ini tidak sampai berdampak besar terhadap bisnis perhotelan dan pariwisata di Bali. ‎”Semoga selanjutnya baik-baik saja. Tim mitigasi saat terjadi penutupan bandara (I Gusti Ngurah Rai) beberapa jam pada Jumat kemarin (29 Juni 2018) berjalan dengan baik dan mendapat apresiasi dari tamu-tamu baik domestik maupun mancanegara,” pungkasnya. ***eko