Dana Patungan Rakyat Ahok-Djarot Tembus Rp 12,3 Miliar

Dana Patungan Rakyat Ahok-Djarot Tembus Rp 12,3 Miliar

187
0
BERBAGI
Bendahara Timses BaDja Charles Honoris

JAKARTA-Tim Sukses petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat optimis mampu mengumpulkan dana patungan rakyat sesuai dengan target sebesar Rp 25 Miliar. Memasuki minggu kedua (tanggal 20 Maret 2017), timses telah berhasil mengumpulkan total dana hasil patungan rakyat sebesar Rp 12,3 miliar. “Timses berharap, dengan batas waktu pengumpulan yang kurang dari 2 minggu lagi, masyarakat akan terus bersemangat untuk berpartisipasi dalam patungan rakyat di putaran kedua ini. Patungan akan ditutup pada 7 April 2017,”  ujar Bendahara Timses BaDja Charles Honoris di Jakarta, Selasa (21/3).

Sesuai dengan aturan KPUD, batas maksimal jumlah dana patungan pada putaran pertama tidak akan diakumulasikan di putaran kedua.

Sejauh ini jelas Charles tercatat 2.050 donatur telah berpartisipasi pada patungan rakyat.  Karena itu, dia optimis target dana paturan sebesar Rp 25 Miliar akan tercapai. Apalagi, semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi.

Menurutnya, masyarakat yang telah berpartisipasi hingga batas maksimal Rp 75 juta per orang dan Rp 750 juta per organisasi berbadan hukum berdasarkan peraturan KPUD di putaran pertama dapat kembali mengikuti patungan di putaran kedua. “Adapun total dana patungan putaran kedua ini akan digunakan antara lain, untuk melakukan pelatihan saksi TPS, pembuatan iklan, serta keperluan logistik selama masa kampanye,” imbuhnya.

Charles menjelaskan, Patungan Rakyat dapat dilakukan melalui 2 cara, yakni secara online (www.ahokdjarot.id/patungan/) atau setor tunai melalui kantor cabang BCA di seluruh wilayah Indonesia. Setelah selesai menyalurkan dananya, masyarakat dihimbau untuk memastikan partisipasinya dengan mengisi formulir penyumbang danmemeriksa kembali partisipasi mereka secara online melalui website ahokdjarot.id.  “Dalam website ini donator bisa  memastikan apakah formulir yang mereka isi sudah diterima secara lengkap oleh tim Kampanye Rakyat,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini mengharapkan masyarakat untuk memastikan bahwa mereka melakukan patungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yakni dengan mengisi formulir, menuliskan nomor  KTP, nomor NPWP dan tanda tangan basah pada formulir patungan. Hal ini penting guna menghindari adanya dana tidak dapat dipakai.”Bagi yang melakukan patungan via online, formulir yang telah diisi dapat dikirim ke Posko Basuki-Djarot Jalan Proklamasi No. 53, Jakarta Pusat,” tuturnya.

Hasil patungan akan langsung disalurkan ke rekening kampanye Basuki-Djarot.

Perlu diketahui, KPUD mewajibkan setiap pasangan Cagub-Cawagub untuk membuka rekening penampungan pada bank umum.  KPUD hanya mengizinkan satu pasangan memiliki satu rekening. “Dengan tenggat waktu pengumpulan dana yang semakin mendekati akhir, diharapakan agar partisipasi masyarakat dalam patungan rakyat lebih meningkat antara lain dengan mengajak sanak-saudara dan teman-teman terdekat untuk terlibat,” imbuhnya.

Charles mengatakan jumlah bukanlah isu utama, karena setiap orang dapat menyumbang mulai dari Rp.10.000,- saja.

Basuki-Djarot mengadakan Kampanye Rakyat sebagai terobosan baru untuk pembelajaran politik kepada masyarakat serta mengajak masyarakat untuk lebih berpartisipasi aktif, di mulai dari mengikuti patungan dana kampanye, memperhatikan kesiapan pemilih melalui DPT, maupun mengawal Pilkada.

Melalui partisipasi ini, masyarakat akan turut berkontribusi menciptakan model demokrasi yang Bersih, Transparan, dan Partisipasif. Kampanye Rakyat telah sukses menjadi pionir di Indonesia sebagai kampanye politik pertama yang membuka kesempatan bagi calon pemilih untuk melakukan partisipasi terbuka. ”Harapannya, masyarakat dapat bersama-sama menjaga momentum bersejarah ini dengan turut berpartisipasi kembali,” pungkasnya.