Dari 20 Kandidat, Popularitas Ahok Capai 92,56%

Dari 20 Kandidat, Popularitas Ahok Capai 92,56%

0
BERBAGI
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

JAKARTA-Popularitas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ternyata masih sangat tinggi. Hasil survei Poltracking Indonesia, nama Ahok unggul atas 20 kandidat lain yang diperkirakan bertarung di pilgub DKI Jakarta dengan tingkat elektabilitas mencapai 92,56%. “Selain populer, Ahok unggul baik dari segi akseptabilitas dan elektabilitas,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda dalam diskusi dengan tema ‘Menakar Kandidat Kuat Gubernur DKI Jakarta 2017’ di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (15/9).

Poltracking Indonesia  melakukan pengambilan data survei (penentuan responden dan wawancara di lapangan) pada tanggal  6-9 September 2016.  Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia di Provinsi DKI Jakarta yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal  berusia 17 tahun atau sudah menikah pada saat wawancara, dan bukan anggota TNI/POLRI.   Sementara itu, jumlah sampel dalam survei ini adalah 400 responden dengan margin of error +/- 4,95% pada tingkat kepercayaan 95%.

Hanta mengatakan, dari segi popularitas, Ahok paling dikenal dari 20 kandidat yang disurvei. Kemudian disusul  Yusuf Mansur (79.49%), Tri Rismaharini (72.82%) & Anies Baswedan (71.79%) dinilai paling populer oleh publik.

Sementara itu, dari aspek akseptabilitas (tingkat kesukaan),  Ahok (64%), Tri Rismaharini (64%), Yusuf Mansur (63%) & Anies Baswedan (53%) merupakan nama-nama yang paling disukai oleh publik.

Sedangkan di sisi lain, dari aspek elektabilitas, di antara 20 kandidat, mayoritas publik memilih Ahok, disusul Tri Rismaharini, Sandiaga Uno & Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 mendatang.

Hanta mejamin survei yang dilakukan ini bukan merupakan pesanan dari kandidat manapun. “Survei ini menggunakan biaya kami sendiri, bukan dari calon manapun atau partai mana pun. Ini persembahan kami untuk Pilkada DKI Jakarta,” katanya.

Meski demikian, dia mengatakan  hasil survei ini masih bisa berubah seiring berjalannya waktu. “Hasil survei ini adalah menggambarkan kondisi apabila Pilkada DKI Jakarta dilaksanakan hari ini,” ujar dia.