Dari Forum Kajian China-Amerika: Indonesia Harus Kembali ke Semangat Juang

78
Diskusi “Kajian Strategis Konflik China – AS dan Dampaknya Terhadap Indonesia” di Kantor Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Senin (2/4/2018). Nampak dalam foto nara sumber (ki-ka) Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) AM Putut Prabantoro, Ketua Umum PPAD Letjen TNI (Pur) Kiki Syahnakari (Moderator) dan Mayjen TNI (Pur) Zacky Anwar Makarim.

JAKARTA- Bangsa Indonesia harus kembali ke semangat juang jika menginginkan menjadi pemenang dalam persaingan global yang senyatanya sudah di depan mata. Kekalahan Bangsa Indonesia dalam globalisasi ini karena tidak memilik daya juang dan ini menjadi faktor penentu sekalipun Indonesia memiliki segala-galanya. Oleh karena itu, Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) diminta untuk menyampaikan kepada pemerintah agar membangun kembali semangat juang ini.

Demikian ditegaskan oleh sesepuh PPAD, Letjen TNI (Pur) Sayidiman Suryohadiprodjo dalam forum “Kajian Strategis Konflik China – AS dan Dampaknya Terhadap Indonesia” yang diselenggarakan oleh PPAD, Jakarta, Senin (2/4).

Hadir sebagai pembicara utama adalah AM Putut Prabantoro (Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada – Semangat Satu Bangsa) dan Mayjen TNI (Pur) Zacky Anwar Makarim (Mantan Kepala Badan Intelijen ABRI).
Nampak hadir dalam diskusi itu antara lain, Jenderal TNI (Pur) Widjojo Soejono, Jenderal TNI (Pur) Agustadi Sasongko Purnomo, Mayjen TNI (pur) YB Wirawan, August Parengkuan (Mantan Dubes Indonesia untuk Italia), Rene Pattirajawane (Ketua Yayasan Pusat Studi China), Ponco Sutowo, DR Rosita Noor dari Lemhannas RI, Letjen TNI (Pur) Suryo Prabowo, Laksda TNI (Pur) Robert Mangindaan dan Aspam KSAD Nur Rahmad.

Menurut Sayidiman, untuk mengetahu sepak terjang China sekarang ini, Indonesia harus mengenal pribadi Xin Jin Ping yang ingin membangun kejayaan China. Dengan latar belakang sebagai pejuang dari bawah, yang pening bagi Xin Jin Ping adalah China dan Partai Komunis hanyalah alat untuk mencapainya. Oleh karena itu, untuk berhadapan dengan negara hegemoni seperti China dan Amerika, bangsa Indonesia harus memiliki semangat juang dan menghancurkan kelemahan mentalnya seperti korupsi yang sekarang terjadi di mana-mana. Semangat juang di bidang apapun itu harus berujung pada ketahanan nasional.

“Ketahanan nasional berintikan pada kekuatan nasional yang berisikan keuletan dan ketangguhan yang mampu mengatasi serta menghadapi ancaman, gangguan, tantangan serta hambatan baik dari luar ataupun dalam negeri, baik secara langsung ataupun tidak langsung, yang dapa membahaykan keberlangsungan negara. Oleh karena itu, kita harus melakukan semuanya dengan sebaik-baiknya. Selain itu, kita tidak bisa menggunakan kekuatan atau kekerasan dalam berhadapan dengan China. Sun Tzu mengajarkan kemenangan yang dicapai dengan kekerasan adalah suatu kebodohan,” tegas Sayidiman.