Darmin: Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 5,1 %

25

JAKARTA-Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2019 mencapai 5,1 persen. Salah satu sektor lapangan usaha yang bisa memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pada triwulan I-2019 adalah pertanian.

“Semestinya dia akan 5,1, atau di atas itu,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat ditemui di Jakarta, Jumat, (26/4/2019).

Menurut dia, masa panen yang mulai terjadi pada Maret bisa menjadi faktor utama membaiknya kinerja sektor pertanian pada periode ini. “Panen sudah mulai, lihatnya dari sektor, yang namanya pertanian itu, meningkatnya di triwulan satu,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2019 akan mencapai 5,2 persen secara tahunan (yoy). Proyeksi ini melebihi pencapaian periode sama di 2018 yang tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 5,06 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan konsumsi rumah tangga, yang juga penyokong terbesar pertumbuhan ekonomi, menunjukkan pertumbuhan yang baik kurun Januari-Maret 2019.

Sebagai gambaran, konsumsi rumah tangga pada triwulan IV-2018 bisa tumbuh 5,08 persen dibanding triwulan IV-2017, dan juga tumbuh 0,9 persen dibanding triwulan sebelumnya III-2018. “Perkiraan kami Produk Domestik Bruto kuartal I itu bisa mendekati 5,2 persen. Faktornya sudah saya sampaikan didorong permintaan domestik khususnya terkait konsumsi,” kata Perry.

Faktor pendorong pertumbuhan ekonomi di paruh pertama tahun ini juga karena melimpahnya stimulus fiskal melalui bantuan sosial pemerintah dan belanja untuk penyelenggaraan Pemilu 2019.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 diasumsikan berkisar 5,3 hingga 5,6 persen.

“Presiden berharap kita bisa pacu sampai 5,6 persen,” kata Sri Mulyani usai mengikuti sidang kabinet paripurna dengan topik ketersediaan anggaran dan pagu indikatif di Istana Bogor, Selasa, (23/4/2019).

Menkeu juga menyebutkan inflasi masih akan tetap terjaga antara 2 hingga 4 persen, suku bunga antara 5 hingga 5,3 persen.

“Dari sisi nilai tukar yang masih bervariasi karena tahun ini kita pakai 15 ribu tapi sekarang sudah 14 ribu, jadi kita akan menggunakan range yang masih lebar,” katanya.

Sedangkan harga minyak di pasar global masih 60 hingga 70 dolar AS per barel, kata Mulyani.

“Untuk lifting migas kira-kira setara dengan yang selama ini diproduksi meskipun angkanya masih dalam range,” katanya.

Menkeu juga mengatakan bahwa dalam sidang kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta dihadiri menteri kabinet kerja membahas program-program yang mendesak.

Saat sidang kabinet, Kepala Negara menegaskan bahwa dalam penyusunan anggaran 2020 poin utama yang harus ditekankan adalah belanja modal yang diperkuat dan ditingkatkan.

“Semua kementerian harus bisa memaksa organisasinya agar penyerapan anggarannya betul-betul bisa direalisasikan,” katanya.