Daya Saing Indonesia Naik 12 Peringkat

135

JAKARTA-World Economic Forum (WEF) baru-baru saja mempublikasikan laporannya terkait peringkat daya saing global tahun 2013-2014 (the Global Competitiveness Report 2013-2014). Dalam laporan tersebut, daya saing Indonesia naik 12 peringkat dari 50 pada 2012-2013 menjadi 38 pada 2013-2014 dari 148 negara.

Sekretaris Jenderal Kemendag Gunaryo mengatakan bahwa Indonesia kini semakin memiliki daya tarik yang besar bagi investasi asing.  “Kondisi ini harus dipertahankan dan dimanfaatkan, terutama dalam menjelang ASEAN Economic Communitytahun 2015 nanti,”jelasnya.

Peringkat daya saing ini diukur berdasarkan beberapa faktor, termasuk kebijakan pemerintah yang mempengaruhi tingkat produktivitas dan pembangunan suatu negara. Pada tahun ini, peringkat teratas masih ditempati oleh Swiss, diikuti Singapura dan Finlandia yang masing-masing berada diurutan kedua dan ketiga.

Dibandingkan negara anggota ASEAN lainnya, Indonesia termasuk cukup kompetitif. Selain Singapura, hanya Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand yang berada di atas Indonesia peringkatnya, yaitu masing-masing berada di urutan 24, 26, dan 37.

Berdasarkan laporan tersebut, Indonesia masih harus terus memperbaiki beberapa  permasalahan yang dapat mempengaruhi iklim usaha, antara lain tingkat korupsi, birokrasi pemerintah yang kurang efisien, infraktruktur yang belum baik, akses terhadap pembiayaan, regulasi tenaga kerja yang ketat, dan ketidakstabilan politik.

Gunaryo berpendapat bahwa Indonesia masih memiliki peluang besar untuk lebih meningkatkan daya saingnya. “Komitmen kita jelas dalam memberantas korupsi, kemudian kita juga sedang memperbaiki tatanan birokrasi melalui reformasi birokrasi, sehingga layanan publik diharapkan makin efisien, cepat, dan transparan. Hal-hal seperti ini jika dilaksanakan secara konsisten tentu dapat mendorong peningkatan daya saing kita,”imbuhnya.

Lebih lanjut, Gunaryo berharap agar kenaikan peringkat daya saing ini juga dapat  mendorong kepercayaan dunia usaha Indonesia dalam memasuki berbagai kompetisi global. “Sehingga Indonesia mampu menjadi pemain aktif dalam perdagangan global,”tandasnya