DBS Indonesia Luncurkan Layanan Pemeriksaan Status Transaksi Lintas Negara

20

JAKARTA-Lebih dari 4.000 klien korporasi dan usaha kecil dan menengah (UKM) DBS saat ini dapat menikmati manfaat visibilitas arus kas dengan layanan pelacakan transaksi pembayaran lintas negara secara real-time melalui DBS IDEAL™ internet banking korporasi dari DBS Indonesia.

Klien Korporasi dan UKM DBS di Indonesia adalah yang pertama yang dapat memanfaatkan solusi digital tersebut tanpa biaya tambahan, karena DBS Indonesia, adalah bank pertama di Indonesia yang mempunyai kapabilitas SWIFT Global Payments Innovation (GPI).

“Seiring bertambahnya perusahaan yang semakin memperluas bisnisnya secara global, kebutuhan untuk pembayaran antar negara juga semakin meningkat. Oleh karena itu, kebutuhan untuk melakukan monitor transaksi secara real-time, transparan dan kaya akan informasi juga ikut meningkat tajam,” ujar Head of Global Transaction Service di DBS Indonesia, Iwan Rusli di Jakarta, Jumat (10/8).

Iwan mengatakan, penggunaan SWIFT GPI yang sangat mudah dapat diawali dengan login ke dalam DBS IDEAL™, yaitu platform online banking korporasi kami, dimana status dari transaksi pembayaran, dapat langsung dimonitor melalui gpi Tracker yang tersedia.

“Dana yang dikirimkan akan langsung diketahui posisinya sedang berada dimana; apakah masih dalam proses, atau sudah diterima oleh penerima dana. Ini adalah Transparansi, yang merupakan prinsip inti dari SWIFT GPI,” katanya.

Group Payment Head, Global Transaction Services, DBS Atul Buchar, mengatakan transparansi dan kecepatan tinggi dari pembayaran antar-negara, yang dilengkapi dengan kenyamanan yang disediakan oleh solusi online ini, dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi rantai-pasokan untuk nasabah-nasabah kami di seluruh Asia.

“Dengan bangga kami meluncurkan solusi pembayaran digital yang mengacu kepada nasabah kami di Indonesia,” ungkapnya.

“GPI SWIFT telah meraih sukses yang luar biasa di ASEAN, dan dengan bangga kami menyampaikan bahwa DBS Indonesia adalah bank pertama di Indonesia yang sudah dilengkapi dengan kemampuan gpi SWIFT tracker. GPI SWIFT membuat pembayaran menjadi lebih cepat, lebih transparan, dan lebih mudah dilacak. Hal-hal ini kemudian akan berkontribusi dalam meningkatkan aliran investasi dan perdagangan antara Indonesia dan negara-negara tetangganya, dan berujung pada integrasi finansial di wilayah ASEAN,” tutur Johan Sidarno, SWIFT Country Manager di Indonesia.

Di seluruh dunia, ada sekitar 150,000 pembayaran per hari yang bernilai sekitar USD 100 milyar di antara bank-bank yang sudah terhubung dengan SWIFT GPI. Waktu yang dibutuhkan untuk menerima dana dalam pembayaran internasional telah dipersingkat dari harian menjadi dalam hitungan menit, atau bahkan detik.

DBS adalah bank pertama di Asia yang telah menyediakan kapabilitas SWIFT GPI untuk nasabah korporasi dan UKM melalui platform perbankan online korporasi, dimana pertama kali diperkenalkan di Singapura, Hong Kong, India, Taiwan, China dan sekarang, Indonesia.

Nasabah telah dapat menikmati layanan solusi digital yang inovatif dan meningkatkan kenyamanan yang tinggi, untuk meraih efisiensi yang lebih lagi bagi nasabah dalam menjalankan operasi bisnisnya.