DBS Masuk 10 Besar Transformasi Bisnis

25
DBS Bank

SINGAPURA-DBS masuk dalam 10 besar perusahaan di seluruh dunia yang berhasil membuat transformasi strategis selama dasawarsa terakhir. Hal itu terungkap lewat kajian pada 2019, kata Harvard Business Review. DBS bergabung dengan Netflix, Amazon, Microsoft, Tencent dan Alibaba, yang mendapat pengakuan sama.

Kajian “The Transformation 20: The top global companies leading strategic transformations” (Transformasi 20: Perusahaan terkemuka di dunia yang memimpin transformasi strategis) oleh perusahaan konsultan strategi Innosight itu melibatkan penyaringan seluruh perusahaan yang terdaftar di S&P 500 dan Global 2000 dengan menggunakan tiga penilaian: pertumbuhan baru, reposisi inti dan keuangan.

Ke-20 perusahaan terpilih tersebut masuk dalam daftar “Transformasi 20” tahun 2019 dan “meraih peringkat tertinggi dalam hal transformasi pertumbuhan baru mereka. Semua unggul dalam pengembangan produk baru, layanan, dan model bisnis; reposisi bisnis inti serta kinerja keuangan,”” demikian kesimpulan kajian Innosight tersebut.

DBS juga diakui karena “melakukan transformasi dari bank regional tradisional menuju perusahaan platform digital global berdasarkan atas visi berbasis budaya untuk menjadi perusahaan rintisan dengan 27.000 karyawan”.

Kajian Innosight tersebut menunjukkan bahwa ke-20 perusahaan paling transformatif itu memiliki karakter yang sudah mendarah daging. Karakter tersebut mencakup kegiatan menciptakan misi dengan tujuan lebih besar, merebut peluang digital melalui platform dan model bisnis baru, serta memastikan bahwa inovasi tidak terisolasi di suatu departemen melainkan menjadi kemampuan strategis.

“Kami sangat senang karena DBS terus diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia dalam hal transformasi digital. Pepatah mengatakan, sulit bagi sebuah perusahaan yang telah lama berdiri untuk bertransformasi sesuai dengan kebutuhan. Perjalanan kami menunjukkan hal berbeda; kami berhasil karena terlebih dulu menangani hal terpenting; membuat transformasi menjadi arus utama dengan mengubah budaya perusahaan secara keseluruhan,” ujar CEO DBS Piyush Gupta.

“Beberapa tahun lalu, dalam menjalankan perusahaan, kami mulai bertindak lebih sebagai perusahaan teknologi ketimbang bank. Budaya rintisan telah merasuk ke seantero perusahaan ini, dari jajaran paling atas hingga paling bawah, dari depan hingga belakang, yang memungkinkan kami betul-betul memikirkan ulang makna perbankan,” imbuhnya.

Pada tahun ini, DBS juga diakui Euromoney sebagai Bank Terbaik di Dunia. Pengakuan serupa diterima pada 2018 dari Global Finance dan The Banker, yang menjadikan DBS bank pertama mendapat tiga gelar bank terbaik dunia pada saat sama.