Decak Kagum Anggota MPR Saat Jokowi Kenakan Busana Bugis

1167
Presiden Jokowi menggunakan baju adat Bugis saat menghadiri Sidang Tahunan MPR, di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu (16/8)

JAKARTA-Busana yang dikenakan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menyampaikan pidato pada Sidang Tahun MPR RI Tahun 2017, di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu (16/8) mengundang decak kagum Anggota MPR.

Pasalnya, kedua petinggi negeri ini mengenakan busana adat yang berbeda. Jokowi memakai pakaian adat kebesaran orang Bugis, sementara JK mengenakan pakaian adat Jawa.

Ketua MPR Zukifli Hasan tak dapat menyembunyikan kekagumanannya.

Bahkan Ketua Umum PAN ini mengaku sejarah baru telah tertulis untuk pertama kalinya. Bukan soal tempat ataupun urutan acara, tetapi soal busana yang dikenakan Presiden dan Wapres.

“Tadi Pak Presiden Joko Widodo yang pakai busana Bugis Makasar kayaknya Kraaeng yang paling hebat di sini. Dan Pak Wapres Jusuf Kalla dengan busana adat Jawa (Solo). Orang Jawa yang jalannya paling pas yaa Pak JK,” kata Ketua MPR Zukifli Hasan saat membuka sidang.

Tampilan Presiden Joko Widodo yang mengenakan busana daerah seakan menyentak untuk mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki berbagai adat istiadat maupun budaya.

Zukifli terlihat beberapa kali tersenyum melihat suasana yang berbeda. Saat duduk dalam kursi utama Presiden Joko Widodo didampingi Wapres M Jusuf Kalla terlihat keduanya saling tersenyum.

Presiden Joko Widodo dengan songkok Recca alias puce khas Bugis Makasar dengan warna emasnya terlihat berbeda. Begitupula Wapres M Jusuf Kalla yang mengenakan blangkon” gaya Solo menjadi sebuah oase tersendiri.

Paduan busana adat khas dua daerah Sulawesi Selatan (Bugis Makasar) dan Jawa Tengah (Solo) menjadi sangat kontras dengan pakaian jas para anggora MPR yang hadir.

Mungkin, Presiden Jokowi dan Wapres M Jusuf Kalla ingin menunjukkan betapa kayanya peradaban busana adat negeri ini. ”Baik gaya Bugis Makasar maupun gaya Jawa Solo-nya, itulah Indonesia. Itulah Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya.