Defisit Neraca Perdagangan Capai US$ 509,4 Juta

45
pressphoto.co

JAKARTA–Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) tercatat mengalami deficit sekitar US$590,4 juta pada Mei 2013. Besarnya defisit itu disebabkan impor yang  masih lebih tinggi. “Defisit neraca perdagangan ini terjadi karena adanya kenaikan impor bahan konsumsi dan barang modal, hal ini yang membuat impor non migas menaik 3,06 % dibanding April 2013 atau mencapai 13,23 miliar dollar AS,” kata Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin di Jakarta, Senin (1/7)

Menurut Suryamin, kenaikkan impor terjadi sekitar 1,22 % jika dibanding  April 2013. Tercatat ada kenaikan dari 16,46 miliar dollar AS menjadi 16,66 miliar dollar AS. Barang konsumsi alami kenaikan sebesar 19,28 % dan 7,24 % jika dibandingkan dengan April 2013.

Lebih jauh kata Suryamin, kenaikan impor tidak diimbangi dengan kenaikan ekspor yang hanya menaik 8,90 % dibanding April 2013 menjadi 16,07 miliar dollar AS. “Kenaikan ekspor tidak diimbangi dengan kenaikan impor yang menaik signifikant, kebutuhan bahan baku menjadi faktor pendorong impor,” jelasnya

Adapun, secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2013, neraca perdagangan Indonesia juga masih defisit 2,53 miliar dollar AS. Kontribusinya ekspor sebesar 76,25 miliar dollar AS dan impor sebesar 78,78 miliar dollar AS.

Pertumbuhan ekspor pada januari hingga Mei 2012 mencapai 76,25 miliar dollar AS, menurun 6,46 % ketumbang periode yang sama tahun lalu. Impor pada Januari hingga Mei 2013 juga turun 1,18 % atau mencapai 78,8 miliar dollar AS jika dibanding impor pada periode yang sama tahun sebelumnya. **can