Defisit Transaksi Berjalan Membaik, Ketahanan Eksternal Terjaga

13
neraca perdagangan indonesia
ilustrasi

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III 2019 menunjukkan ketahanan eksternal ekonomi Indonesia yang tetap terjaga, di tengah kondisi ekonomi global yang melambat. NPI pada triwulan III 2019 menunjukkan perbaikan dengan mencatat defisit 46 juta dolar AS, jauh lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya sebesar 2,0 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko menjelaskan kondisi tersebut ditopang oleh defisit neraca transaksi berjalan yang membaik serta surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat. Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir September 2019 mencapai 124,3 miliar dolar AS, meningkat dari 123,8 miliar dolar AS pada akhir Juni 2019.

“Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 6,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor,” jelasnya.

Menurutnya, defisit neraca transaksi berjalan membaik didukung oleh menurunnya defisit neraca perdagangan migas di tengah surplus neraca perdagangan nonmigas yang stabil. Defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan III 2019 tercatat sebesar 7,7 miliar dolar AS (2,7% dari PDB), lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai 8,2 miliar dolar AS (2,9% dari PDB).

Perbaikan kinerja neraca transaksi berjalan terutama ditopang oleh meningkatnya surplus neraca perdagangan barang, sejalan dengan menurunnya defisit neraca perdagangan migas di tengah surplus neraca perdagangan nonmigas yang stabil.

“Membaiknya defisit neraca perdagangan migas dipengaruhi oleh impor migas yang menurun sejalan dengan dampak positif kebijakan pengendalian impor, misalnya program B20,” tuturnya.