Denny Siregar Donasikan Hasil Penjualan Buku Untuk Ahok

241
Denny Siregar

JAKARTA-Penulis Buku ‘Semua Melawan Ahok’, Denny Siregar mendonasikan hasil penjualan buku yang ditulisnya untuk mendukung pendanaan bagi kampanye calon gubernur (Cagub) DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Wagub, Djarot Syaiful Hidayat. Sumbangan dalam bentuk segepok uang tunai ini dibawanya saat bertemu Basuki di Rumah Lembang Jakarta, Selasa (29/11). Namun donasi ini tidak diterima karena tim kampanye Basuki-Djarot hanya menerima donasi non tunai (ditransfer) melalui rekening resmi tim pemenangan Basuki-Djarot.

Denny mengaku tidak tahu kalau dana kampanye tim penenangan Basuki-Djarot diberikan melalui rekening bank. “Saya tidak tahu kalau tidak menerima dana tunai,” ujarnya.

Cagub Basuki yang berdialog langsung dengan Denny menyarankan agar dana tersebut ditransfer melalui BCA. “Kami tidak menerima donasi dalam bentuk tunai. Biar transparan dan akuntable maka harus melalui bank. Bang denny bisa setor ke BCA,” ujar Ahok.

Denny sendiri mengatakan donasi yang disumbangkannya ini sekedar untuk membantah tudingan banyak orang. Maklum saja, Denny dianggap buzzer bayaran mendukung Ahok karena mendapat bayaran Rp 1 Miliaran . “Saya kesini sebenarnya mau menagih dana miliaran itu,” ujarnya berseloroh.

Basuki sendiri hanya tertawa mendengar guraian Denny. Basuki sendiri mengaku heran dengan orang-orang yang menuduhnya membayar buzzer. “Yang bela saya di sosial media pasti dituduh dibayar. Padahal sekarang Ahok dibayar sama Bapak Ibu lewat sumbangan,” ujar Basuki.

Kata Ahok, bahkan mobil yang dia gunakan sehari-hari disewakan oleh Teman Ahok dengan menggunakan uang sumbangan. “Mobil yang saya pakai ini sewaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Denny mengajak Basuki minum kopi kendati Cagub nomor urut 2 ini tidak suka minum kopi. “Akhirnya saya berhasil memaksa Koh Ahok minum kopi,” ujurnya.

Meski bukan peminum kopi, Basuki mengaku kopi yang dibawa Denny ini bukan kopi asli Medan, tetapi kopi sasetan. “Saya taunya ini kopi sasetan waktu saya kampnye di kampung-kampung. Saya disuguhi kopi sasetan. Kopi bang Denny ini juga kopi sasetan. AKu kira bawa kopi dari Medan” seloroh Basuki.

“Istri saya orang Medan, mertua saya penyuka kopi Medan sehingga saya tahu betul cita rasa kopi Medan,” imbuhnya.

Saat berdialog dengan Basuki, Denny menggoda cagub nomor 2 ini yang belakangan terkesan berubah menjadi pendiam. Namun sikap diam Basuki tetap saja menarik bagi siapapun.

Meskipun demikian, karakter Ahok sangat kuat, sehingga apapun tentang Ahok bisa menjadi bahan tulisan yang menarik. “Saya sempat kehilangan ide menulis saat melihat sikap pendiam ini,” urainya.

Menariknya ujar Denny apapun sikap Ahok tetap saja menjadi bahan menarik untuk ditulis. “Koh Ahok pendiam tetap menjadi berita,” kelakarnya.

Basuki sendiri mengaku sikap diamnya ini atas saran banyak orang.

Istri Basuki, Veronika juga melihat perubahan kecil dalam diri Basuki. “Istri saya bilang, kok sekarang seperti bukan Ahok yang saya kenal. Saya hanya menjabwab, yang terpenting rasa sebagai suami tidak berubah,” kelakar Ahok.