Densus 88 Bekuk DA, Terduga Teroris Thamrin

82
Sebuah mobil Mazda Vantern sekitar tahun 1990an berkelir abu-abu, milk terduga teroris DA sempat digeledah tim densus 88/photo Raja Tama.

TANGERANG-Tim Detasemen Khusus 88 (Antiteror) menangkap seorang terduga teroris kelompok teror Bom Sarinah, Thamrin, Jakarta berinisial DA (39) dalam aksi penggerebekan rumah di Perum Suradita Jl Ceremai 1, Cisauk, Tangerang.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ayi Supardan, DA diketahui menghilang dari rumahnya tiga bulan sebelum kejadian teror bom di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Belakangan dia kembali ke rumahnya dan dibekuk aparat sekitar pukul 14.30 WIB, Minggu (21/2). “Informasinya yang bersangkutan terkait dengan peristiwa bom JW Marriot, Jakarta dan bom Thamrin,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT03/04, Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Suheriyanto

menjelaskan Dian Adipriana (DA) yang ditangkap tim Densus 88 tadi siang, merupakan penjual obat herbal dan penjual es yang juga sempat ditahan atas kasus teror bom J.W. Mariot beberapa tahun silam. “Aktifitasnya memang lebih banyak dirumah, setelah di tangkap waktu itu, Dia berjualan obat-obatan herbal dan es balok,” ucapnya.

Pengakuan Suheri diperkuat dengan adanya papan bertuliskan ‘jual es cream Rp1.000’ yang diikat menggunakan  seutas tali rapia plastik yang digantungkan di jendela depan rumah yang sudah tidak bergaris Polisi itu.

Terparkir pula, sebuah mobil Mazda Vantern sekitar tahun 1990an berkelir abu-abu yang sempat digeledah tim densus. “Itu mobil warisan orang tuanya, setahu saya suka dipakai buat jalan bareng-bareng keluarganya, tapi lebih banyak ngganggur sih mobil itu,” ujar dia.

Dijelaskan Seuheri, Ketua RT setempat, dalam rumah dengan luas tanah sekira 97 meter persegi itu hanya ada Dian, istri dan tiga orang anaknya.  “Dirumah itu total tujuh orang, dua orang anaknya yang lain di titipkan di pesantren,” ujarnya.

Meski pernah ditahan atas sangkaan serupa, Suheri bilang tak ada perilaku mencurigakan dari keluarga Dian Adipriana dan istrinya.  “Biasa saja, bergaul juga, solat juga suka berjamaah disini, benar istrinya bercadar,” aku Suheri.

Sebelumnya, sebuah rumah terduga teroris berukuran kurang lebih 97 meter persegi yang berada di Jalan Ceremai 1 No.15 Desa Suradita Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang, digrebek dan digeledah puluhan petugas Densus 88 Mabes Polri,

Selain menggunakan senjata lengkap,  untuk melakukan penggerebekan dan penggeledahan tersebut, petugas menerjunkan satu unit barakuda. Warga yang mengelilingi perumahan tersebut pun harus dievakuasi terlebih dulu demi keamanan. “Benar ada penggerebakan sekitar pukul 14.30 sampai sekitar pukul 17.00 WIB. Kami dari Polres hanya mendampingi,” ujar Humas Polres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Mansuri, Minggu (21/2).

Diketahui, rumah sederhana tersebut merupakan milik seorang pria bernama Dian Apriana (39) yang diketahui warga setempat tidak memiliki pekerjaan alias menganggur. Dian diduga bagian dari jaringan teroris teror Sarinah-Thamrin Jakarta Pusat. “Ya, sudah diamankan pemilik rumah tersebut beserta barang bukti yang ada di rumahnya,” ungkap Mansuri.

Sejumlah barang bukti yang ikut diamankan pihak Kepolisian adalah beberapa buku jihad, panah lengkap dengan anak busurnya, golok, solar sel, handphone jenis blackberry, serta senapan angin. “Tadi enggak langsung dibawa, setelah ditangkap Polisi lama dia ada di mobil baracuda, sekitar dua jam di mobil baru mobil itu jalan,” ucap Erwin tetangga korban. (Raja Tama)