Dewi Tanjung, Sang Pemberani

1260

Oleh: C. Suhadi, SH, MH

Belum lama ini viral vedio berdurasi pendek, tentang seorang perempuan yang sedang menantang Eggi Sudjana (ES), berkaitan pernyataan ES pada sebuah acara dari kubu sebelah. Dan ajakan itu tidak main main, kalau 02 kalah kita akan bergerak yang dibungkus dalam bentuk People Power. Luar biasa!!!

Kemudian dari vedio itu, Emba Dewi Tanjung menantang rencana ES yang mau mengajak People Power, dengan alasan langkah tersebut adalah tindakan pengecut dan melanggar hukum yang tidak dibenarkan.

Dari sikapnya yang sederhana dan polos, saya salut dengan Emba Dewi, karena telah berani melawan seorang ES yang selalu membuat banyak coleh nyinyir kepada pemerintah yang sah terlepas langkah pemerintah benar atau salah. Dan selain itu merasa paling kebal hukum dinegara ini.

Barangkali kita masih ingat celotehnya tentang keabsahan Agama Agama di Indonesia. Menurutnya karena Indonesia berdasarkan yang berazaskan Pancasila dan sila pertamanya, Ketuhanan Yang Maha Esa, maka menurutnya di Negara Indonesia Tuhannya hanya satu ( Esa ), dan yang menganut Tuhannya satu cuma Agama Islam, maka Agama selain Islam harus di bubarkan saja, karena Agama lain menganut Tuhan banyak.

Akibat ucapannya itu, Eggi pun dilaporkan ke pihak berwajib ( Police ), namun hingga saat ini kasus tersebut menguap entah kemana. Barangkali dari situ ES merasa kebal hukum dan menjadi pongah tidak dapat di hindari lagi, dan selanjutnya bahwa dia ES bisa berbuat apa saja di negara ini tanpa ada yang berani melawannya, termasuk apart hukum barangkali.

Lalu selain dari sikap melawan Emba Dewi terhadap ES, ES juga telah dilaporkan ke pihak berwajib dengan tuduhan Makar.

Kemudian atas dasar laproran itu telah rame di WAG relawan, rencana untuk mengadvokasi Emba Dewi Tanjung. Dari data yang masuk sudah kurang lebih 300 Pengacara yang berada dibelakang Emba Dewi yang siap melawan arogansi seorang ES.

Barangkali ini menjadi babak baru buat seorang ES, apakah dengan kasus semacam ini dia tetap bisa melenggang bebas di udara segar. Atau sebaliknya, entahlah! seperti ada kata pepatah “ sepandai pandainya tupai melompat, sekali waktu dia akan jatuh” dan itu yg saya harap dari kasus seorang ES; engkau bukan dewa, ataupun mahluk yang selalu kuat dan perkasa di segala cuaca. Engkau yang kulihat hanya soorang manusia yang tidak lepas dari kekuranganmu, dan disana ada kelemahan mu.

Kata ajakan tentang rencana People Power, bukan kalimat sembarangan didalam hukum, tetapi kalimat yang mempunyai impikasi hukum yang besar mengingat ancaman hukumannya yg sangat tinggi.