Di Forum G-20, Presiden Bicara Pertumbuhan Ekonomi

37
Menlu Retno LP Marsudi memberi keterangan pers, di Hangzhou, RRT, Jumat (2/9)

TIONGKOK-Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-negara Group of Twenty (G-20), yang yang akan berlangsung di Hangzhou, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang digelar pada Senin (4/9) hingg Selasa (5/9).

Dalam forum yang diselenggarakan di Negara Tirai Bambu ini, Presiden Jokowi akan berbicara mengenai  pertumbuhan ekonomi yang bagus dan stabilitas politik yang kuat.

Selain itu, Kepala Negara ini juga akan menyampaikan sikap pemerintah Indonesia yang konsisten menjadikan ekonomi  terbuka dan kompetitif. “Kita juga melakukan empowerment di ekonomi kita. Sehingga saat kita membuka, Kita sudah menyiapkan pelaku ekonomi sehingga kita bisa commit dengan dunia luar,”  terang Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi seperti dikutip dari situs resmi pemerintah, Jumat (2/9).

Selain itu, menurut Menlu, Presiden Jokowi juga akan menyampaikan mengenai paket deregulasi yang telah dikeluarkan pemerintah. Dalam forum bisnis yang sudah dijadwalkan akan dihadiri Presiden selama kunjungan ke RRT itu, lanjut Menlu, juga akan disampaikan mengenai reformasi ekonomi yang dilakukan Indonesia saat ini. Termasuk dalam kaitan komitmen pemerintah Indonesia dalam memberantas korupsi.

Retno menjelaskan, ada 4 agenda yang dibahas dalam forum G-20 ini yaitu inovatif, edukatif, interkoneksi, dan implusiveness. Menurut rencana, Presiden akan bicara sebagian besar dalam sesi-sesi tersebut.

Keempat tema ini kemudian di breakdown menjadi 5 sesi.
Sesi pertama jelasnya akan membicarakan mengenai masalah policy coordination and new part of growth. Sesi kedua mengenai masalah global economy and financial government yang lebih efektif dan efisien.  Sesi ketiga, lanjut Menlu, mengenai investment trade and investment.

Adapun sesi Keempat topiknya adalah inclusive and integrated development. “Adapun sesi kelima adalah isue yg tidak terkait langsung dengan ekonomi tetapi yang mempengaruhi kondisi ekonomi dunia,” terangnya.

Infrastruktur

Lebih lanjut, Menlu Retno menjelaskan, Presiden mengharapkan agar apapun yang dilakukan G-20 harus bisa menggerakkan ekonomi dunia.

Saat ini,  sudah ada kesepakatan untuk meningkatkan ekonomi dunia mencapai 8%. “Kita harus terus memegang komitmen itu. Jangan sampai kebijakan yang diambil negara-negara G-20 merugikan negara lain. Itu himbauan yang ingin disampaikan Presiden,” ungkap Retno.

Sementara dalam sistem perdagangan, Menlu mengemukakan, Indonesia mengharapkan perdagangan yang fair . “Presiden mengharapkan fokus investasi infrastruktur, karena pertumbuhan ekonomi terbukti dapat meningkat apabila kita mampu membangun infrastruktur dengan baik,” jelas Menlu.
Pesan dari KTT G-20 ini, lanjut Menlu, jangan sampai pertumbuhan ekonominya baik tetapi masih banyk negara yang tertinggal. “Dalam hal ini Indonesia merepresentasikan ekonomi dunia. Tidak boleh ada satu negarapun yang hanya jadi penonton,” jelas Retno