Di KTT ASEAN-PBB, Jokowi Ajak Kerjasama Dukung Kemerdekaan Palestina

30
Presiden Jokowi beramah tamah dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon

LAOS-Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya pada KTT ASEAN-United Nation (UN/PBB), di National Convention Centre (NCC), Vientiane, Laos, Rabu (7/9). Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyoroti masalah ratusan juta warga masyarakat ASEAN yang masih hidup di bawah garis kemiskinan hingga masalah kemerdekaan Palestina.

Presiden Jokowi mengajak negara-negara ASEAN dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bersama-sama wewujudkan perdamaian di Palestina. Karena itu, masalah perdamaian di Palestina harus menjadi isu prioritas. “Indonesia menyerukan agar ASEAN dan PBB menjadikan masalah Palestina menjadi isu prioritas dan mendukung langkah Palestina mewujudkan kemerdekaan dan mendorong kembali perundingan damai Palestina-Israel berdasarkan two state solution,” kata Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden Jokowimengemukakan, tahun ini merupakan tahun pertama implementasi dari ASEAN Economic Community dan sekaligus juga tahun pertama implementasi dari Agenda Pembangunan 2030. Oleh karena itu, perlu adanya suatu kemitraan antara ASEAN dan PBB. Termasuk didalamnya, implementasi kerjasama antara ASEAN dan PBB. “Untuk mengentaskan kemiskinan, pentingnya pelatihan kejuruan, peningkatan kapasitas produktif, pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” ujarnya.

Kemitraan ASEAN-PBB jelasnya juga terkait pencegahan dan penanganan penyebaran berbagai kasus penyakit menular. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dalam bentuk riset, pelatihan, sharing best practices, deteksi dini, dan tindakan-tindakan darurat.

Sementara itu, Menlu Retno Marsudi mengatakan, KTT ASEAN-PBB telah menghasilkan Rencana Aksi untuk Mengimplementasikan Deklarasi Bersama Kemitraan Komprehensif ASEAN PBB (2016 -2020).

Rencana ini diadopsi Bali pada tahun 2011. “Kalau kita lihat rencana aksinya itu maka akan ada kerja sama yang akan dilakukan di 3 pilar, yaitu pilar politik, ekonomi, budaya ditambah kerja sama lintas sektor dan kerja sama antar sekretariat. Jadi, ada lima pilar besar dari rencana aksi yang untuk mengimplementasikan Deklarasi Bersama Kemitraan Komprehensif ASEAN dan PBB,” jelas Retno.