Dibawah 70%, Partisipasi Pemilih di Tangsel Sangat Rendah

15
ilustrasi tinta pemilu

TANGERANG-Partisipasi masyarakat dalam setiap pelaksanaan pemilu di Kota Tangerang Selatan, tak pernah tinggi. Sejak pemilu 2014 partisipasi masyarakat Kota Tangsel tak pernah mencapi 70 persen.

Peneliti dari Arus Survei Indonesia Ali Rifan, menyebutkan, rendahnya partisipasi masyarakat kota Tangsel dalam setiap pelaksanaan Pemilu karena beberapa alasan.

Utamanya, masyarakat menilai pemilihan umum, tak mampu membawa perubahan lebih baik dalam 5 tahun setelah masa pemilihan.

“Dari survei kami yang dilakukan di empat kecamatan Ciputat, Ciputat Timur, Pondok Aren dan Pamulang, pada Desember 2018. 99 persen menyatakan mengetahui adanya Pileg dan Pilpres pada (17/3/2019) mendatang,” ucap Ali Rifan, di Kantor KPUD Tangsel, dalam rilis hasil survei tingkat partisipasi pemilih di kota Tangerang Selatan pada Pemilu 2019, Rabu (9/1/2019) .

Dari jumlah itu, 1,67 persennya menyatakan tidak akan memilih. Karena beranggapan, pemilihan tersebut tak akan memperbaiki nasib dalam 5 tahun mendatang.

“33 persen pemilih golput tidak memilih karena berhalangan dan 50 persennya karena menggap pemilu tak akan merubah nasib 5 tahun mendatang,” kata dia.

Menanggapi itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany berharap, para calon legislatif dan tim pemanangan calon Presiden bergerak turun ke masyarakat melakukan sosialisasi ajakan kepada warga masyarakat untuk mencoblos pada (17/3/2019).

“Tentunya para caleg dan Timses Capres harusnya bisa menggerakan lebih banyak partisipasi masyarakat untuk memilih. Menariknya, 17 April 2019 nanti, Pileg dan Pilpres dilakukan bersama,” kata dia. (Raja Tama)