Dikunci Jokowi, Banyak Politisi “Pusing”

3248

JAKARTA-Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu mengemukakan banyak politisi dan elit saat ini yang merasa tidak nyaman dan terusik bisnisnya. Karena kehadiran Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden. ‎

Ada pula yang sakit jiwa karena kebiasaan berperilaku menyimpang, menghalalkan segala cara, korup dan semena-mena selama ini, dikunci dan dibatasi Jokowi. Sebagai balasannya, tiap hari mereka teriak untuk menjatuhkan Jokowi. “Banyak politisi sakit jiwa gara-gara Presiden Jokowi.‎ Kebiasaan bancaan pasal dan bancaan uang rakyat demi kepentingan pribadi dan kelompok, dikunci Jokowi. Ini yang membuat mereka marah,” kata Andre, sapaan akrab Adrianus di Jakarta, Selasa (16/5).

Dia mengomentari ajakan ‎politisi Partai Gerindra Muhammad Syafi’i yang meminta masyarakat agar mendesak MPR dan DPR supaya menggelar sidang istimewa guna mencabut mandat Presiden Joko Widodo.

Alasannya, kata Andre, Jokowi dianggap sudah menyimpang dari sumpah jabatannya, yakni tidak lagi setia dengan Pancasila, UUD 45, melanggar peraturan perundang-undangan dan tidak lagi mengutamakan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. “Kita mengimbau rakyat Indonesia untuk segera ramai-ramai datang ke Jakarta, memaksa DPR dan MPR melakukan sidang istimewa untuk mencabut mandat dari Jokowi,” kata Syafi’i di Jakarta, Senin (15/5).

Andre menjelaskan karena tidak suka dengan Jokowi,  para elit yang dikunci itu kemudian memprovokasi dan menghasut masyarakat.‎ Mereka terus memprovokasi masyarakat agar berjuang bersama mengulingkan Jokowi. Berbagai isu miring yang tidak ada faktanya pun dilempar ke publik. Tujuannya hanya memancing kemarahan masyarakat supaya ikut gulingkan Jokowi.

Padahal teriakan-teriakan itu terjadi karena lahan bisnis kotor diisolasi dan ditutup Jokowi. “Mereka banyak mainkan isu dari isu PKI, isu suku, agama dan ras (Sara) dan isu tenaga kerja Cina. Yang paling aneh ajak-ajak masyarakat untuk tumbangkan presiden. Padahal itu untuk kepentingan pribadi mereka,” ujar senator yang saat ini duduk di Komite IV bidang APBN, Perbankan dan Hubungan Pusat serta Daerah.

Dia meminta seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar tidak percaya begitu saja ajakan dari politisi-politisi kotor. Masyarakat jangan mau diadu oleh politisi yang punya niat untuk memecahbelah bangsa hanya karena ingin mempertahankan kepentingannya. “Saya selaku senator mengajak rakyat Indonesia bersatu untuk tolak politisi-politisi dari partai yang mau memecah belah bangsa. Rakyat harus sadar jangan salah pilih dalam pemilu 2019. Jangan musang berbulu domba dan adu domba rakyat karna gagal menggolkan kepetingan mereka,” tutup Andre.‎ ***