Direktur PT HBS Tampik Tudingan BPOM

Direktur PT HBS Tampik Tudingan BPOM

0
BERBAGI
ilustrasi bebiluck

TANGERANG-Direktur Utama PT. Hassana Boga Sejahtera (HBS), Lutfiel Hakim menampik tudingan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten yang menyebut makanan hasil produksinya mengandung bakteri berbahaya, ecoli dan coliform. Sebelumnya, PT HBS  yang juga produsen makanan pendamping Air Susu Ibu (Asi), digrebek Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten, pada Kamis 15 September kemarin.  “Kalau dikatakan ada kandungan bakteri ecoli serta bakteri coliform yang berlebihan, saya rasa tidak benar.Kami disini menggunakan bahan baku alami dan sudah ada uji yang menyatakan produk Kami aman untuk dikonsumsi balita,” ungkap Lutfiel Hakim saat dikonfirmasi Minggu (18/9).

Menurutnya, dari 16 produk panganan bayi pendamping ASI yang diproduksinya dinyatakan lulus uji laboratorium dari Tuv Nord Indonesia. “Hasilnya tidak ada kandungan bakteri ecoli dan coliform. Dari hasil uji itu menunjukkan negatif dari dua bakteri di maksud,” ucapnya.

Tuv Nord Indonesia sendiri merupakan lembaga uji laboratorium produk makanan yang di akui berstandar Nasional Indonesia dan bermarkas di Jerman.

Sebelumnya diberitakan, Produsen makanan bayi di Tangerang Selatan digerebek BPOM Banten, pada Kamis (15/9) kemarin, dari hasil penggerbekan itu, BPOM menyatakan terdapat kandungan bakteri ecoli dan coliform dari produk yang dihasilkan PT. Hassana Boga Sejahtera tersebut.

Lutfiel selaku Direktur di perusahaan panganan bayi yang bermula dari UMKM di Kota Tangerang itu, mengaku, menyambut baik sidak yang dilakukan BPOM Banten. Namun dia mengaku terkejut dengan adanya temuan itu. “Saya menyambut dengan baik apa yang dilakukan BPOM kemarin, kami sangat membutuhkan pembinaan, tapi yang membuat kami kaget, BPOM tiba-tiba langsung memberikan sanksi tanpa ada peringatan yang harusnya lebih dulu dilakukan,” kata Lutfiel.

Dalam pernyataan oleh BPOM Banten kemarin dikatakan bahwa produk Bebi Luck mengandung bahan yang bisa menyebabkan diare serta belum memiliki izin edar dari BPOM. “Kami memang belum memiliki izin usaha industri, sebab kami sedang memprosesnya. Pada jumat kemarin izin tersebut sudah selesai, senin besok akan kami daftarkan ke BPOM,” jelasnya. (Raja Tama)