Dirut PLN Dinilai Tak Bisa Rasakan Penderitaan Rakyat

95
tribunnews.com

JAKARTA-Pernyataan Dirut PLN Sofyan Basir soal kelakar pencabutan meteran listrik terkait kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) 900 VA mendapat kritikan keras. Alasannya kelakar tersebut dinilai tidak pantas diucapkan ditengah kesulitan rakyat. Meskipun pernyataan itu terlontar sambil berkelakar. “Masa dia katakan suruh cabut meteran, ini kan tidak sensitif,” kata Ketua Fraksi Gerindra  DPR, Ahmad Muzani di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Muzani mengkritik penyelenggara negara yang abai dan ugal-ugalan terhadap nasib rakyat. Seharusnya pejabat lebih banyak turun ke bawah melihat langsung. “Menurut saya ini menunjukan pejabat negara yang tidak sensitif dan tidak bisa rasakan penderitaan dibawah,” ujarnya.

Lanjut Muzani, seharusnya Sofyan bisa lebih menjaga tutur katanya dengan lebih bijak. “Misalnya dia (Sofyan) katakan akibat kenaikan ini PLN akan terima keluhan dari masyarakat. Karena subsidi listrik bukan wewenang dia, kan itu lebih enak didengar,  jadi kita paham bukan malah melontarkan sesuatu yang menyakitkan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Dirut PLN, Sofyan Basir menyampaikan tips agar biaya penggunaan listrik tidak semakin membengkak. “Mau tarif listrik turun? Cabut meterannya,” ucap Sofyan berkelakar usai buka puasa bersama media di salah satu restoran, Jakarta Selatan, Kamis (15/6/2017).

Bahkan kelakar Dirut PLN Sofyan Basyir juga mendapat kritik dari LSM. Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menilai ucapan tersebut sangatlah tidak pantas dilontarkan oleh seorang yang memiliki kapasitas sebagai Direktur Utama PLN. Sebetulnya tidak pantas diucapkan Sofyan sebagai Dirut PLN. Sudah terlalu sombong dia dengan penyataan tersebut,” terangnya

Tidak hanya itu, kata Uchok, pernyataan yang dilontarkan Sofyan Basir pun hanya semakin menambah sakit hati rakyat yang saat ini sudah menderita akibat pencabutan subsidi ini. “Saya minta kepada Presiden Jokowi untuk mendepak Sofyan dari dirut. Karena, Pernyataan seperti ini, hanya bikin gaduh dan menyakiti rakyat,” geram Uchok.

Lebih baik Sofyan Basir menjelaskan secara utuh apa alasan dicabutnya subsidi listrik tersebut. “Kalau belum jelas tarif listrik itu naik, ya jelasin dong oleh Dirut PLN kepada rakyat, bukan malahan bercanda kaya anak kecil saja,” imbuhnya. ***