Disayangkan Pancasila Cuma Jadi Jargon Politik

Disayangkan Pancasila Cuma Jadi Jargon Politik

21
0
BERBAGI

BANYUWANGI- Eksistensi Pancasila saat ini tergerus dalam arus globalisasi, gaya hidup masyarakat cenderung mengarah kebarat-baratan dan individualis. Bahkan mulai lupa Pancasila telah mengajarkan gotong-royong. “Pancasila saat ini hanya menjadi jargon politik tanpa implementasi,” kata anggota Komisi X DPR RI Anas Thahir dalam siaran persnya, Selasa (28/6/2016).

Menurut anggota Frakai PPP ini menambahkan
Setiap rezim terlihat menafsirkan berbeda untuk kepentingan politik kekuasaan. Sehingga Pancasila terasa kaku dan dogmatis. “Di sekolah, pancasila hanya dibaca dan dihafal untuk mendapatkan nilai yang bagus, bukan lagi untuk dipahami maknanya setiap siswa,” tuturnya.

Lebih jauh Mantan Wasekjen PBNU ini mengingatkan DPR tidak boleh lupa bahwa Pancasila berkedudukan sebagai sumber dari segala sumber hukum. “Jika tidak nantinya ada produk legislasi yang begitu bernuansa liberal dan tidak mencerminkan ideologi Pancasila,” tegasnya.

Bersama ratusan peserta sosialisasi Empat Pilar di desa Gumirih Banyuwangi Anas menyampaikan sejak dihapuskannya pelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah, sebagian kaum muda mulai menyukai belajar teori ideologi lain. “Termasuk tentang komunisme, sialnya ada yang melakukan provokasi lewat media sosial menggunakan atribut berlambang partai terlarang,” ungkap Anas lagi.

Akibatnya, kata Anas, mereka mudah terprovokasi ekploitasi perbedaan agama, propaganda permusuhan sektarian dan penyebaran terorisme. “Menghidupkan kembali Pancasila saat ini adalah suatu hal urgent. Realitasnya bangsa ini sedang mengalami krisis ideologi baik dalam hal pemahaman maupun implementasi. Bangsa ini harus menanamkan kembali nilai pancasila mulai dari keluarga, sekolah, dan lingkungan,” tutupnya.***