Diversifikasi Ekonomi Dorong Pertumbuhan

Diversifikasi Ekonomi Dorong Pertumbuhan

0
BERBAGI
Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara

LAMPUNG-Diversifikasi ekonomi, yaitu penganekaragaman atau inovasi produk/bidang usaha diyakini mampu menambah daya dorong perekonomian. Hal tersebut dapat menjadi strategi khusus untuk mendukung ekonomi Indonesia saat ini.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara  mengatakan pentingnya kinerja ekonomi daerah bagi pencapaian laju perekonomian nasional. Untuk itulah, pembahasan mengenai permasalahan ekonomi daerah, serta solusinya, sangat perlu dilakukan. “Dalam hal ini, perlu kerja sama seluruh pihak terkait, baik Bank Indonesia, Pemerintah dan otoritas daerah lainnya, pengusaha dan akademisi,” ujar Mirza dalam diskusi publik bertajuk “Diversifikasi Ekonomi untuk Mendorong Pertumbuhan yang Berkelanjutan” yang diselenggarakan  BI, Jumat (29/7).

Selain Mirza, pembiacara lain dalam diskusi itu yakni Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Arief Hartawan, dan Sesditjen Industri Agro, Kementerian Perindustrian, Enny Ratnaningtyas. Dari pihak pengusaha, hadir Operational Director PT. Great Giant Food, Dayu Ariasintawati. Sementara pihak akademisi diwakili oleh Dosen Fakultas Pertanian Unila, Bustanul Arifin.

Menurut Mirza, wilayah Sumatera merupakan salah satu daerah produsen komoditas sumber daya alam (SDA). Pada tahun 2015, Sumatera merupakan salah satu daerah di Indonesia yang pertumbuhan ekonominya melambat.

Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh  BI, salah satu hambatan utama di Sumatera adalah ketergantungan perekonomian terhadap komoditas sumber daya alam. “Untuk itulah, perlu dilakukan diversifikasi dalam struktur perekonomian di wilayah tersebut,” ujarnya.

Dalam diskusi, para pembicara sepakat mengenai keuntungan diversifikasi ekonomi, yang tidak hanya meliputi perluasan produk namun juga penambahan lokasi usaha. Apabila kondisi ekonomi mengalami gejolak dan perusahaan mengalami penurunan di salah satu produk atau daerah, maka dapat ditutupi oleh keuntungan di produk atau daerah lainnya.

Pemerintah pun sangat mendukung diversifikasi produk, seperti kelapa sawit yang dapat diolah menjadi berbagai produk dengan nilai tambah yang cukup tinggi. Meskipun demikian, masih banyak yang perlu dilakukan untuk mendukung diversifikasi ekonomi, khususnya di Sumatera.

Pembangunan infrastruktur konektivitas (pembangunan jalan tol dan rel kereta api) dan infrastruktur listrik di Sumatera sangat dibutuhkan, mengingat agroindustri memerlukan infrastruktur listrik untuk proses pengolahannya dan infrastruktur konektivitas untuk proses penjualannya ke daerah lain.

Diskusi di Lampung ini diselenggarakan oleh BI sebagai rangkaian acara diseminasi buku Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2015.

Buku LPI adalah publikasi rutin tahunan BI yang memuat secara komprehensif dinamika perekonomian nasional pada tahun yang bersangkutan. Mengangkat tema “Bersinergi Mengawal Stabilitas, Mewujudkan Reformasi Struktural”, buku LPI 2015 sebelumnya telah diluncurkan di Jakarta pada tanggal 28 April 2016.

Diversifikasi dan pengembangan ekonomi daerah merupakan salah satu topik yang diangkat dalam LPI 2015.