Djarot Hadiri Ngaji Kebangsaan SantriNU Jakarta

Djarot Hadiri Ngaji Kebangsaan SantriNU Jakarta

0
BERBAGI

JAKARTA-Wakil Gubernur DKI Jakarta non aktif Djarot Saiful Hidayat mengajak masyarakat Jakarta, untuk selalu menjaga kerukunan dan kedamaian dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan mengamalkan Islam yang rahmatan lil alamin, yaitu Islam yang ramah, sejuk, dan menyebarkan kedamaian untuk seluruh umat. “Setelah Pemprov DKI Jakarta memiliki pasukan ‘Oranye, Kuning, Biru’ dan lain-lain dengan tugasnya masing-masing, kini Pempov DKI Jakarta berencana membentuk ‘Pasukan Merah’ yang bertugas untuk memperbaiki masjid-masjid dan mushola-mushola di DKI Jakarta, yang memerlukan perbaikan. Dana akan dianggarkan dari APBD DKI,” katanya saat menghadiri ‘Ngaji Kebangsaan’ yang digelar oleh Silaturahmi Insan Tradisional Nusantara (SantriNU) di Kebagusan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (20/3/2017) malam.

Ngaji kebangsaan tersebut dihadiri 5000-an jamaah dan taushiyah oleh para ulama dan habaib dari Jakarta, dan diiringi pentas musik tradisional ‘Akulturatif Ki Ageng Ganjur’ pimpinan Al Zastrow Ngatawi.

Hadir H. Priyo Sambadha (Sekretaris pribadi Nyai Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Pasang Haro Rajagukguk (Sekretaris Barikade GusDur dan penasehat hukum keluarga KH. Abdurrahman Wahid), dan lain-lain.

Ki Ageng Ganjur membawakan lagu-lagu indah islami diantaranya berjudul ‘Padang Bulan, Bismillah’ dan lain-lain, ciptaan Habib Luthfi bin Yahya. “Mulai sekarang masjid-masjid atau mushola-mushola yang kondisinya kurang baik atau rusak, silahkan melaporkan ke kami. Seperti tembok, tempat wudlunya keramiknya sudah pecah-pecah, laporkan ke kami. Nanti akan kami segera bantu perbaiki sehingga nantinya semua tempat ibadah di DKI bisa digunakan dengan nyaman. Dengan begitu maka ibadahnya akan bisa lebih khusyu’ lagi,” kata Djarot.

Mendengar itu, ribuan jamaah yang hadir sontak bersorak gembira dengan meneriakkan yel-yel ‘Hidup Pak Djarot, hidup dua jari’ dan sebagainya. Karena itu Djarot berharap seluruh warga Jakarta, umat Islam khususnya untuk menjaga dan memelihara kehidupan beragama yang damai dan ramah. “Kita mesti memahami bahwa negara ini adalah negara demokrasi Pancasila, yang sesuai dan sejalan dengan ajaran Islam yang rahmatan lilalamin itu,” terang Djarot lagi.

Dengan demikian kata Djarot, maka sebagai orang yang beragama akan selalu hidup dan berperilaku seperti Nabi Muhamad SAW, yang selalu menjunjung tinggi kasih sayang dan akhlak yang mulia, karena beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. “Nah, akhlak itulah yang mesti kita jadikan dasar dalam menata, membina, dan membangun masyarakat Jakarta khususnya, agar pembangunan yang kita kerjakan ini bermanfaat dan mensejahterakan semua,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Djarot hanya berpidato singkat dan ribuan jamaah yang hadir tidak sabar untuk mendekat untuk bersalaman dan foto selfie bersama. ***