Djarot: Orang Miskin di Jakarta Tinggal 3,4%

29
Djarot Syaiful Hidayat

JAKARTA-Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat mengatakan angka kemiskinan di Jakarta paling rendah di Indonesia. Sejauh ini, orang miskin di Jakarta tinggal 3,4% dengan kecenderungan jumlahnya yang terus menurun. “Yang mau dikerjakan kedepan adalah memperpendek gap antara kaya dan miskin. Saat ini,rata-rata gini ratio kota-kota besar di Indonesia berada di kisaran 0,39-0,42%. Angka ini cukup tinggi. Ini yang akan kita turunkan,” Djarot kepada wartawan usai menerima pengaduan warga  di Rumah Lembang Jakarta, Selasa (22/11).

Djarot menjelaskan, salah satu cara menekan angka kemiskinan di Jakarta dengan jalan memberi subsidi perlindungan kepada warga yang miskin.

Upaya ini ditempuh melalui pembebasan biaya sekolah, pembebasan biaya transportasi, perumahan dan operasi pasar. Dengan cara seperti itu maka pengeluaran mereka bisa ditekan. “Dan pendapatan mereka ada saving atau tabungan. Ini yang kita lakukan,” tuturnya.

Djarot memastikan tidak akan membuat program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga Jakarta.

Program membagi-bagikan uang tunai ke rakyat tidak akan mendidik warga menjadi masyarakat yang mandiri.

Bahkan berdasarkan pengalaman saat menjadi walikota Blitar, Djarot mengaku program bagi-bagi uang seperti lewat BLT tidak berdampak langsung untuk pemberdayaan masyarakat. “Lebih baik dana ini dipakai untuk pemberdayaan masyarakat dengan membuka lapangan kerja, termasuk melakukan pelatihan tenaga kerja. Pelatihan tenaga kerja menengah ke bawah yang ada di rusunawa-rusunawa,” tegasnya.

Selain memberikan kemudahan kepada warga DKI Jakarta, Djarot mengatakan pihaknya membuat program memberikan bantuan kemudahaan dalam memperoleh kredit melalui Bank DKI. “Terkait kebutuhan pokok warga DKI, kita melakukan operasi pasar untuk menekan harga kebutuhan pokok,” terangnya.

Bahkan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan pasar perkulakan yang diperuntukan khusus bagi warga yang kurang mampu untuk belanja sehingga mereka bisa mendapatkan harga kebutuhan pokok yang terjangkau. Dengan demikian, masyarakat terbantu mendapatkan bahan kebutuhan pokok. “Pada Desember ini, kita akan lakukan groundbreaking di pasar Kramatjati. Upaya seperti ini yang akan dilakukan,” tuturnya.

Sebenarnya terang Djarot, program yang diusung Ahok-Djarot ini meneruskan program Jokowi-Ahok 2012 lalu. Namun program ini diperkuat dengan beberapa penambahan dan penyempurnaan untuk dituntaskan hingga tahun 2022. “Bukan hanya program yang kecil-kecil,” pungkasnya.

Ketika ditanya komentarnya tentang program pasangan lain yang akan membangun stadion megah seperti Old Traford  bagi Persija, Djarot enggan memberi komentar. “Biarin saja. Nanti kita uji saat menyampaikan visi dan misi nanti,” tuturnya.