Djarot: Penolak Ahok-Djarot Pion-pion Yang Diremote

Djarot: Penolak Ahok-Djarot Pion-pion Yang Diremote

0
BERBAGI
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat

JAKARTA-Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat meminta aparat penegak hukum mencari aktor intelektual dibalik aksi penolakan kampanye Ahok-Djarot beberapa waktu lalu. Sebab, penghadang kampanye dilapangan hanyalah bidak-bidak yang diremote dari luar. “Saya minta kepada aparat penegak hukum, mulai Panwas, Kepolisian dan Kejaksaan, tolong di cari betul aktor intelektualnya. Saya bisa pastikan, penghadang Ahok-Djarot dilapangan hanyalah pion-pion saja yang diremote dari luar,” ujar Djarot kepada wartawan usai menerima pengaduan warga  di Rumah Lembang Jakarta, Selasa (22/11).

Dugaan aktor intelektual dibalik aksi penolakan ini sangat jelas terlihat saat melakukan blusukan di lapangan.

Beberapa penolak Ahok-Djarot ini tidak tau apa-apa soal tujuannya. “Yang mereka tau penista agama, hukum dan penjarakan Ahok. Dengan demikian, saya dan pak Ahok tidak masuk ke wilayah mereka. Ini kan dicampur-campur

Mereka ini tidak paham aturan, mana yang masuk kategori pelanggaran pidana pilkada dan pelanggaran hukum,” tegasnya.

Dengan demikian, Djarot memastikan kelompok penolak ini hanyalah operator lapangan yang sengaja diremote dari luar.

Hal ini membuktikan demo tolak AHok-Djarot direncanakan atau didesign. Misalnya, spanduk atau poster tolak Ahok yang masif dibeberapa wilayah. Padahal kalau membuat spanduk seperti ini membutuhkan waktu 1 hari minimal. “Ini kan tidak, spanduk ada dimana-mana,” terangnya.

Hal yang sama juga ditemukan saat blusukan di Kerembangan. Awalnya poster bertuliskan Tolak Ahok. “Begitu saya masuk kesana, di tambah Djarot. Tulisan Djarotnya huruf kecil. Ini pertanda, demo tolak Ahok-Djarot sudah direncanakan,” tuturnya.

Demikian juga saat berkampanye di Jl H Saman. “Mereka juga kesana. Berarti sudah direncanakan. Ngak mungkin nggak direncanakan. Hal ini yang kami minta didalami supaya dilapangan tidak terjadi benturan. Supaya kita sama-sama menjaga bahwa Indonesia ini negara hukum. Mari kita selesaikan secara hukum. Kami juga sudah sampaikan ke pendukung Ahok-Djarot agar taat hukum dan tidak terprovokasi. Bahaya lho ini,” tegasnya.

Namun, Djarot menolak menyebut aktor politik dibalik aksi ini. “Kalau ada indikasi dikendalikan oleh orang lain, silahkan polisi mendalaminya. Kami tetap fokus di visi-misa kami,” jelasnya.

Djarot mengaku aksi penolakan segelintir orang ini tidak sampai menganggu jadwal kampanye Ahok-Djarot. “Buktinya, saya tetap belusukan kemana-mana,” imbuhnya.

Djarot mengaku sudah menyampaikan secara resmi terkait aksi penolakan ini ke aparat penegak hukum. “Polda mendalami laporan kami dengan memanggil pihak terlapor untuk mendalami apa motifnya . Rencananya, hari ini mereka dipanggil. Kalau dari kami sudah selesai semuanya. Karena Polda berkejaran dengan waktu mengingat 1 Desember nanti semua laporan terkait pelanggaran pilkada harus sudah rampung,”  pungkasnya.