DPD: Pancasila Jangan Dijadikan Bahan Lelucon

31
Anggota DPD dari NTT Adrianus Garu saat menggelar sosialisasi Empat Pilar di SMA Sekolah Menengah Kejuruan Sadar Wisata Ruteng, kabupaten Manggarai, NTT.

JAKARTA-Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu ¬†meminta seluruh masyarakat Indonesia agar benar-benar menghargai dan menghormati Pancasila. Alasannya, Pancasila adalah dasar negara. Pancasila sebagai perwujudan karakter dan perilaku bangsa serta sebagai semangat dan ideologi bangsa. Jika sampai dihina-hina atau dijadikan bahan lelucon, akan merendahkan martabat bangsa. Impilikasi lebih jauh adalah orang dengan mudah membuang Pancasila dari dasar negara. “Jangan dijadikan lelucon. Itu dasar negara kita. Kalau kita olok-olok, lucu-lucuan, kan lama-lama jadi tidak sakral. Kita harus hormati dan jaga,” kata Adrianus di Jakarta, Senin (18/4).

Pekan lalu, pada Jumat (15/4), Andre sapaan Adrianus telah mengemukakan masalah tersebut dalam sosialisasi Empat Pilar di SMA Sekolah Menengah Kejuruan Sadar Wisata Ruteng, kabupaten Manggarai, NTT. Sosialisasi diikuti para siswa, guru dan tokoh masyarakat.

Sosialisasi itu dipakai Andre untuk mengkritik artis Zaskia Gotik yang sempat menyebut Pancasila sebagai “Bebek Nungging” dalam sebuah program di salah satu TV.
Senator NTT ini menilai, ucapan Zaskia bisa saja muncul secara spontan dan becanda menjawab pertanyaan presenter. Namun candaannya berlebihan karena menghina lambang negara yang harus dihormati. “Sebelum mengeluarkan komentar atau candaan harus dipikir terlebih dahulu. Zaskia kan publik figur yang menjadi panutan bagi banyak orang. Tidak bisa seenaknya keluarkan statemen,” tutur anggota Komisi IV DPD ini.

Dia bukan tidak setuju Pancasila harus dikritik jika memang ada kelemahan. Kritik sangat baik untuk penyempurnaan. Namun kalau dijadikan bahan tertawaan atau lelucon, akan mendegradasi Pancasila sebagai dasar negara. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila  menjadi tidak semangat dijalankan karena dijadikan bahan mainan.

Saat ditanya mengenai proses hukum terhadap Zaskia, mantan anggota DPRD kabupaten Manggarai ini menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian. Jika punya cukup bukti sebagai tindakan penghinaan terhadap lambang negara, harus diteruskan. Langkah itu sangat penting sebagai peringatan bagi warga lain agar tidak menganggap remeh dengan lambang negara.

Terkait pemberian “Duta Pancasila” oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Andre menyatakan ketidaksetujuannya. Tindakan PKB dinilainya melegalkan atau membolehkan tindakan Zaskia. “Orang lain bisa lakukan hal serupa dengan harapan dapat penghargaan seperti Zaski. Meski tidak boleh lah. Biar dia sadar dulu atas apa yang dibuatnya,” tutup Andre.